PELUKAN RINGAN
“dari pelukan ringan menjelma kebahagiaan”
beri aku pelukan ringan
- Iklan -
saban ketemu di persimpangan
pagi siang senja
dengan malam menjelma
aku dan kau berbicara
dalam terpaan udara
cukup dirasa tanpa diraba
“izinkanlah aku memelukmu tiap hari sepenuh hati?”
CERITA SECANGKIR KOPI
“satu tegukan menyimpan harapan”
ada yang mengeja kesendirian
tak jarang mengutuk kesedihan
melupa akan kebahagiaan
beraneka ragam cara dalam menikmati
secangkir kopi
sebagian ditambah garam
dengan harapan melupa hari hari kelam
kebanyakan dengan gula secukupnya
tergantung selera
aku bercerita tentang secangkir kopi
saat sendiri
tanpa cerita
tanpa cinta
aku ingin kita berbicara apa saja
salayaknya dua cinta
meski tak biasa
mungkin perlu aku mengenalmu
lebih dari bertemu dan bertamu
dan pada cangkir sama
kita saling menikmatinya
biar rasa pahit dan manis
bersamaan menikmatinya
benarkah demikian?
KITA PERNAH SINGGAH
“sesingkat kita bertemu, selanjutnya memendam rindu”
siang ini kau lebih ria
berbeda ketika bertemu di kota
perihal hari hari kau lalui
tentang usaha baru kau geluti
sesepi puisi pagi
di Singgah Coffe Book
jl Riyanto no 29 karangmiri sumampir
purwoketo utara
kita bertemu melepas rindu
“selalu ada rindu tak terselesaikan
selepas pertemuan”
kita saling tatap
jadi bagaimana pertemuan selanjutnya?
CINCIN DI JARIMU
berjabat tangan ketika bertemu
sebagai pelepas rindu
kau tetap sama seperti dulu
saat pertama bertemu
di stasiun kereta aku menunggu
kedatanganmu
dan di stasiun tawang
aku melepasmu pulang
“Mas suatu hari kita akan bertemu kembali”
tak ada perpisahan
karena kita menyimpan kerinduan
akan pertemuan
hari ini
kita menepati janji itu
kita bertemu saat jari manismu
ada cincin yang melingkar
BERGANDENGAN TANGAN
di kedua tangan ini
air mata adalah melankoli
yang disakralkan
begitu pula kepedihan
sering dianggap kegelapan
yang menghubungkan nasib
sial & naas kelahiran.
dari ponsel sebuah langgam diputar ulang
untuk dikenang, untuk
seseorang
Niam At Majha, Pencinta Buku dan Kopi tinggal di Pati




