Puisi

Puisi-puisi Anisa Rachma Agustina

Bagikan:

Mengingat Dosa

Jam dinding tak berhenti berdentum
Bahkan saat semua mata terlelap
Terus bekerja laiknya jantung memompa darah
Tanpa pamrih jam itu terus memutar jarumya

Ditenggah malam aku terbangun
Mengambil air disebelah dipan lalu kuteguk
Tetes terakhir air itu amat melegakan
Aku tebangun karena tumpukan tugas

Dan serentetan dosa-dosa yang membayangi
Seolah mereka berkeliaran di langit-langit kamar
Dosa-dosa masa lampau
Dosa hari kemaren, dan dosa sebelum aku menutup mata

Dan ingatan kembali menyadarkanku tentang janji
belum senpat terpenuhi
Tentang hutang yang belum sempat kubayar
Tentang perkataan yang menyakitkan orang lain
Tenang sampah yang ku buang sembarangan kala itu

Malam itu aku merenung
Kakiku melangkah untuk mengambil air
Membasuhkan kewajah, tangan, kepala, telinga lalu kaki
Ku tenggadahkan tanganku lalu kumohon ampun pada Allah


Rintihan Malam

Malam ini bapak belum pulang
Kami menunggu bapak pulang
Duduk berjajar di tepi dipan
Sambil memegangi perut

Adik terus mengeluh kesakitan
Adik mengeluh kelaparan
Adik menangis merintih
Akhirnya adik terlelap

Ku tunggu bapak pulang
Kunanti bapak pulang
Membawa nasi bungkus pesanan kami
Membawa seteguk air teh pesanan adik

Pak kami merintih malam ini
Pak kami lapar malam ini
Pak terimakasih telah pulang
Dengan sebungkus nasi dan teh manis untuk kami


Pahlawan Berbaju Keki

Rambutnya disisir begitu rapi
Baju dan celana keki ia kenakan
Ikat pinggang hitam
Sepatu hitam mengkilat sehabis disemir

Beliau guru kami
Beliau yang ajarkan kami mengeja
Beliau yang ajarkan kami berhitung
Beliau bapak kami di sekolah

Langkah tegapnya
Senyum ikhlasnya
Jari-jemari yang beliau gunakan untuk menulis
Dan kata bijaknya

Masih kami kenang hingga kini
Kami mungkin tak pernah saling menyapa
Kami mungkin tak pernah bersua lagi
Karena kami tak pernah lagi berjumpa

Namun pahlawanku berbaju keki
Tetap melekat dalam ingatan kami
Pitutur beliau selalu kami ingat
Dan nasihat beliau selalu kami jalankan


Mr. Bon

Sekolahku bersih, sekolahku rapi
Sekolahku nyaman, sekolahku sejuk
Tamannya indah, pohonya rindang
Sampah tak berserakan

Sekolahku nampak indah
Sekolahku nampak permai
Sekolahku rumah keduaku
Sekolahku dijaga olehmu

Pak Bon, terimakasih
Dedikasi menjaga sekolahku
Merawat tanaman sekolahku
Menyapu dan mengepel sekolahku

Pak bon jika kau lelah
Berhenti sejenak
Minumlah air di wadah minum itu
Dan silahkan menikmati bekal dari istrimu


Angka

Sejak RA bu guru mengajarkanku tentang angka
Kami menghafal angka-angka itu
Kami menghitung, kami menjumlah, kami mengurangkan, kami membagikan dan mengalikan
Hingga MI bu guru mengenalkan kami matematika

Saat MTs ternyata angka bukan hanya matematika
Namun merambah ke fisika
Kami semakin mengenal angka
Saat MA kami dikenalkan dengan kimia

Masih bersoal angka
Setelah kami dewasa kami bersahabat dengan angka
Saat kami kuliah kami kenal statistika
Dan kami mulai memahami angka


*Anisa Rachma Agustina, Pengiat komunitas Pena Aswaja STAINU Temanggung

Bagikan:

Tinggalkan Balasan