KOPI WOLU
“dalam penantian kau menemukan pemahaman”
kopsu aren teman sendiri
ketika memahami
- Iklan -
aku berusaha membantu
perihal kau mau
tentang esok hari
perihal hari ini
dan kemarin lalu
seorang diri menghadapi
bulan bulan pengabdian
kalah dengan berkelidan
ini bukan soal ratapan
atau kesalahan penyesalan
“biarlah waktu yang menunjukkan, antara pengabdian hingga mencari keuntungan”
CERITA MAKAN SIANG
“cerita tak akan usang saban hari, saat saling memahami”
hari ke hari
perlu di ilhami dan mengerti
bulan ke tahun
ada nyanyian mengalun
cerita makan siang
bukan menu tersajikan
tentang sesuatu yang menghangatkan
dan
ada kebahagiaan harus diperjuangkan
meski saling berjauhan
sebab
ada hati di cintai
ada rasa bahagia
ada kasih sayang
yang menghangatkan
“menu makan siang tersajikan lebih dari sebuah kasih sayangku padamu”
NYANYIAN DI TENGAH KOTA
“senja adalah waktu menunggu bahagia dalam cinta”
ketika senja berwarna jingga
kita bertemu di tempat biasa
menyanyikan lagu cinta
bercerita apa saja dengan bercinta
“aku mencintaimu ketika ada dan tiada, dalam sepi dan sunyi”
senja begitu bahagia dalam pertemuan
pada sebuah dekapan
dan pelukan erat kebahagiaan
tanpa kesedihan
“nyanyian cinta
adalah bukti kehangatan dalam pelukan”
DALAM CANGKIR KOPI
“di tempat biasa kita melepas rindu”
dalam cangkir kopi
dua hati saling memahami
kita bicara soal cinta
tak biasa
aku cinta
kita bahagia
bersama
BERANDA KISAH CINTA
“tentu aku dan kau yang tahu
tentang kisah kita saja”
sekilas saja orang lain
menjelma menjadi penentu jalan
padahal cinta soal hati
“tak ada salah soal cinta
karena cinta soal hati” ucapku ketika itu
di beranda kisah ini
kita menjalani, kita melalui, kita memahami
saling mencintai
“apakah kau bahagia?”
tentu
bertahun tahun kita menjalani dan melewati
penuh dengan bahagia dalam sepi dan sunyi
dan pencipta cinta yang dapat mengerti
Puisi Puisi Niam At Majha,Bagaimana Aku Mencintaimu,
BAGAIMANA AKU MENCINTAIMU?
“kita jalani saja selagi bahagia”
ingatlah..!
dimana pertama kita bertemu
dari percakapan percakapan itu
adalah warna warni dari masa lalu
dengarkanlah..!
tanpa ada ungkapan
“aku mencintaimu”
kita menjalani hari hari
dengan penuh perhatian
tanpa ungkapan
bagaimana kita mencintai?
seperti halnya puisi
kembali pada diri
padahal saling mencintai dan mengasihi
bagaimana kita mencintai?
saling bahagiannya dari dia
saling bercerita kita bisu
disini, kita bercerita soa apa?
dan bagaimana kita bercinta
“bagaimana kita mencintai dari hari ke
sunyi dan berpuisi”
Niam At Majha, Pecinta Buku dan Kopi tinggal di Pati



