Gus Malik

Oleh Sam Edy Yuswanto* Lelaki muda berparas rupawan itu biasa dipanggil Gus Malik. Nama lengkapnya Muhammad Malik Abdullah. Usianya 21 tahun. Sejatinya ia merasa risih dengan panggilan “Gus” di depan nama aslinya. Selama ini, di sebagian pesantren di Jawa Timur “Gus” memang menjadi panggilan tanda hormat untuk para putra kiai. Sementara “Ning” panggilan hormat kepada […]

Ana

Oleh : Yuditeha Ini kisah nyata. Karena itu aku berusaha hati-hati. Semata agar tidak ada yang tersakiti. Aku tidak menyebut spesifik siapa, yang hal itu artinya bisa merujuk kepada siapa saja, bahkan termasuk diriku. Kisah ini bermula ketika Ana menyebut Paliyan, daerah Wonosari. Dulu aku akrab dengan desa itu. Lebih tepatnya, selama dua bulan aku […]

Mereka Saling Bekerja Sama

Oleh : Haniah Nurlaili Genap tiga bulan bu Astuti menempati rumah baru hadiah dari anak-anaknya yang telah sukses. Anaknya empat, semua berwirausaha. Anak pertama mendirikan biro perjalanan, anak kedua memiliki toko kue dengan beberapa cabang, anak ketiga seorang agen properti, dan si bungsu menjadi content creator makanan sehat dengan puluhan ribu pengikut. Di rumah baru […]

Dukun Muda di Kampung Penyalai

Oleh :  Joni Hendri Ngah Mat tinggal di rumah panggung sederhana yang terbuat dari kayu meranti. Kayu yang kini sudah langka, sulit untuk didapatkan disebakan terjadinya penebangan dan pembakaran lahan. Di dalam rumahnya, ada berbagai benda pusaka seperti keris, botol kecil berisi minyak wangi, dan kain merah yang dianggap keramat. Masyarakat Penyalai sering datang ke […]

Di Bawah Telapak Kaki

Oleh : Era Ari Astanto Aku tidak tahu kapan ibu mulai bicara dengan tembok. Barangkali sejak aku menikah. Barangkali jauh sebelumnya. Yang aku tahu, sejak aku keluar dari rumah kecil itu untuk menjadi istri, dinding-dinding di rumah ibu menjadi saksi bisu suara-suara yang tak pernah aku dengar lagi. “Ibu sudah tua, Ni,” katanya suatu sore […]

Lintasan Memori Seorang Pecundang

Oleh : Suyat Aslah Terkadang aku merasa terpukau dengan hal-hal yang sebenarnya sangat biasa. Seperti aroma yang selalu saja bisa membuka pikiranku. Menyampaikan apa yang pernah didengar telinga ataupun wujud yang pernah ditangkap mataku. Aroma yang terlalu cepat jika itu kusebut purba. Namun kubiarkan dia tetap dalam keberadaannya, dalam pucuk penciuman yang masih terindra oleh […]