Ombak tak Menentu

Oleh : Muhammad Aziz Rizaldi Deburan air dengan penuh semangatnya mengabarkan kepada pesisir. Samarnya percikan panas matahari mulai menunjukkan tajinya dari timur pertanda Sidas harus menyudahi pekerjaan dapurnya lalu bergegas ke tepian, tempat biasa Darsiman dan Iman-anaknya-mendarat. Dengan persangkaan penuh harap, Sidas menambah optimis langkahnya. Di tengah harapnya, benaknya terpenuhi bentuk pendaringannya yang hanya sejimpit […]
Namaku Sima

Oleh : Yuditeha Berkat pertolongan Saki, pemuda buruk rupa dan miskin dari Kademangan Sukodono, jiwaku terselamatkan dari maut. Jurang tercuram di wilayah Kademangan Plupuh itu hampir menghempaskanku. Waktu itu Saki lewat dekat jurang itu, yang menurut pengakuannya nanti sedang melakukan perjalanan menuju Sala untuk mengadu nasib, menawarkan jasa lukisnya di pesta rakyat. Karena dia melihatku […]
Kelu di Bawah Pohon Kersen

Oleh : Septi Rusdiyana Arum duduk di atas bangku bambu yang berada di pinggir jalan dekat lapangan bola. Matanya memandang kosong ke langit. Hari menjelang sore dan dia masih betah berlama-lama di tempat itu. Sebutir buah kersen jatuh tepat mengenai pangkal hidungnya. Arum mengaduh. Buah-buah kecil di atas kepalanya terlihat banyak sekali. Arum seperti baru […]
Nyadran

Oleh Sam Edy Yuswanto* Kepada ibu, Nurma mengatakan memilih tinggal di rumah saja. Nurma langsung menggeleng dengan raut enggan ketika ibu mengajaknya menghadiri kegiatan nyadran pagi itu. Sebenarnya, kemarin sore ibu sudah menyinggung perihal adat yang biasa digelar tiap bulan Ruwah atau Syaban minggu terakhir dan dihadiri oleh warga sekampung. Nyadran atau menziarahi makam para […]
Risalah Perjalanan

Oleh : Latif Nur Janah Nurdiyah melipat baju-bajunya dengan dada terasa sesak. Ia harus pergi ke Sumatera. Dengan cara apa pun, ia akan mencari Pak Dholam. Ia merasa harus bertemu dengannya. Alasannya sederhana, Pak Dholam-lah yang dulu mengajarinya membaca sampai fasih. Napas Nurdiyah terhela. Celah-celah dinding anyaman bambu rumahnya meloloskan angin malam yang kering. Sebelum […]
Rumah Burung Burung

Oleh : Sri Rohati “Bagaimana burung burung bisa hadir di sini”, tanya Firda pada Reni ketika mereka duduk menikmati teh sore di teras rumah Reni yang cukup besar untuk ukuran rumah di kota Semarang ini. Di sekeliling teras berjajar bunga melati yang sedang mekar membuat teras itu kian asri. Ditanya seperti itu Reni hanya tersenyum. […]