Pasien Transgender

Oleh : Elin Khanin Hai, aku Barsha Elija. Katakan saja ini adalah salah satu penggalan kisahku. Sudah beberapa kali aku pergi terapi. Tapi tetap saja pemandangan yang aku lihat saat tiba di halaman Pak Kyai Soleh adalah aula yang tidak pernah kosong, selalu penuh oleh orang-orang yang duduk bergerombol. Ruangan menyerupai aula dengan dinding yang […]

Biang Liang

Oleh : Heri Haliling Aku adalah secuil cahaya yang mengambang di antara dua dunia. Bersaput kesucian dari ilahi aku ialah ruh yang bahkan malaikatpun tak mengerti tentang arti kejadian. Lalu sebuah bisikan lembut membawaku mendekat kepada Tuhanku. Aku dan barisan lain dengan tak mengerti apa itu nestapa dan duka segera merapat. “Siapa di antara kalian […]

Kembalinya Kesatria Naga

Oleh : Jein Oktaviany SEMAKIN dekat kita dengan kematian, maka semakin lambatlah waktu. Itulah yang menyebabkan kenapa kematian begitu aduhai jika difilmkan dalam gerak lambat. Dulu, aku tak pernah percaya, karena tak logis rasanya jika ada seorang yang mati lalu berkata dengan nada suara berat nan bijak, ‘semakin dekat kita dengan kematian maka semakin lambatlah […]

Santet

Oleh : Gunoto Saparie Pagi baru saja merekah di kaki perbukitan Sukorejo, Kendal. Kabut tipis masih menggantung di atas sawah, menyelimuti desa kecil itu dengan selimut putih yang lembut. Udara sejuk menyentuh kulit, membawa aroma tanah basah dan semerbak khas daun tembakau yang baru dipetik—tajam namun menenangkan, seperti kenangan lama yang muncul kembali tanpa diminta. […]

Ruang Tunggu di Dada Ibu

Oleh : Latif Nur Janah Setiap kali perawat itu mengantar makanan, aku teringat bagaimana Ibu mengantar sarapan ke kamar untukku ketika aku tengah menggarap tugas akhir kuliahku. Ibu melakukannya sebab aku kerap lupa waktu. Dengan nelangsa, aku menyuapkan makanan itu ke mulutku tanpa kuhirau rasanya. Bahkan seandainya makanan itu dimasak tanpa bumbu sekalipun, indera pencecapku […]

Merpati Kesayangan

Oleh : S. Prasetyo Utomo MASIH gelap subuh, Samsu mendorong kursi roda Panji Rangsang, ayahnya, meninggalkan Lembah Kelelawar. Kursi roda melintasi jalan berkabut. Mereka menuju surau Kiai Muhaya yang sedang dipugar. Telah sebulan Panji Rangsang salat subuh di surau semenjak terserang lumpuh. Wajahnya menyusut. Tubuh mengering. Sepasang matanya hampa. Dengan wajah menunduk, Samsu mendorong kursi […]