Dipecat Karena Korupsi, tapi Tidak Masuk Jeruji

Oleh : Depri Ajopan      Mobil kami berhenti di tengah hutan belantara yang sepi itu. Aku dan tiga orang pesuruhku turun pelan-pelan dari mobol, sambil mewanti-wanti, mana tahu ada pemburu melintasi jalan sunyi ini. Setelah suasana terlihat aman, baru pesuruhku mengeluarkan sosok dalam mobil atas perintahku, sambil melirik kiri kanan. Tangan dan kakinya masih terikat, […]

Apem di Piring yang Retak

Oleh : Heru Sang Amurwabumi Getir di dada Bayu muncul ketika aroma sedap nasi gurih merayap keluar dari lubang angin-angin rumah para tetangga. Bau itu mengejek perutnya yang melilit kosong, seolah menghakimi martabat keluarganya yang lumat di pengujung hilal. Anak-anak sebayanya berlarian memikul nampan kayu dengan wajah memerah karena bangga. Bagi mereka, nampan di atas […]

Malam Barzanji

Oleh:  Gunoto Saparie Sejak kecil, aku selalu merasa bulan Rabi’ul Awal datang seperti angin semilir yang membawa sesuatu yang tak tampak, tetapi terasa di dada. Di kampungku, sebuah desa kecil yang terletak jauh dari hiruk-pikuk kota, bulan itu tidak pernah lewat tanpa meninggalkan aroma harum bunga kenanga dan suara rebana yang terdengar dari kejauhan. Orang-orang […]

Nyanyian Untuk Langit

Oleh : Mohammad Afin Masrija Tak ada yang lebih menakutkan bagi petani selain langit yang membatu. Di Sumbermulyo, tanah telah lama kehilangan ingatan tentang air. Retakan-retakan di sawah menjalar seperti urat di punggung orang tua. Padi menguning sebelum waktunya, jagung berdiri kurus seperti anak yatim, dan sumur-sumur tinggal cerita. Ancaman gagal panen bukan lagi wacana, […]

Fragmen Luka

Oleh : Yuditeha Aku sedang mengantar Lina ke Pasar Lama untuk membeli pisau. Katanya, pisau di rumahnya sering hilang. “Kemarin dipinjam tetangga buat ‘ngeleti’ daging kambing,” gerutunya, “Tadi pagi kuambil ke rumahnya kok banyak alasan. Wislah, males aku.” Aku hanya mendengarkan. Begitu sampai di pasar, Lina langsung menuju kios perabot tanpa basa-basi. Aku memilih duduk […]

Perempuan yang Melawan Wasiat

Oleh: Depri Ajopan Ia yang pasrah tapi takrela, mengucek-ucek mata yang sedih, lalu terjatuh. Untug ia cepat disambut seseorang, kalau tidak kepalanya pasti terbentur ke tembok sebelum jatuh ke lantai. Begitu sadar, pelan-pelan ia bangkit lagi memaksakan dirinya kuat. Pikirannya tertumbuk kepada masa yang sudah berlalu, bersama suaminya ketika berbulan madu mengunjungi sebuah kota. Mereka […]