PuisiSastra

PUISI-PUISI TAUFIQ

LILIN KECIL

Siang pergi dan malam datang
Duduk di pojok ruangan
Gelap gulita tak bercahaya
Menikmati sunyi tak bersuara

Ku nyalakan lilin kecil itu
Dengan sepercik api membara
tidak memberi terang pada dunia

MENDUNG

Gemuruh petir menggelegar di angkasa
Terbesit kilat menampakkan cahaya
Menggaris jelas menggores di udara
Menerobos awan menusuk gendang telinga

Dan matahari sembunyi di balik awan
Bukanya tak bercahaya
Wajahnya tak terlihat tertutup awan mendung
Hitam pekat seperti wajahku murung

BANJIR

Coklat keruh air berwarna
Mengalir deras masuk kota Jakarta
Melumpuhkan aktivitas manusia
serakah akan dunia

Jalanku telah kau kotori
dengan berjuta sampah di sungai
Resapanku telah kau tutupi
gedung menjulang tinggi

Ini bukan hukuman
Ini bukan balas dendam
Inilah hasil kau tanam

CINTAKU BUKAN CINTAMU

AKU mencintaimu
Bukan kamu yang mencintaiKU.
Aku menyayangimu
Bukan kamu yang menyayangiKU
Aku mengasihimu
Bukan kamu yang mengasihiKU
AKU merindukanmu
Bukan kamu yang merindukanKU.
AKU berlari mendatangimu
Sementara kamu berjalan mendatangiKU.
Bahkan AKU mendatangimu
Sebelum rindu itu ada di relung hatimu.

ANDAI KAU TAK MENUTUPI

Andai Kau tak menutupi
Takkan sudi orang memanggilku
Andai Kau tak menutupi
Takkan sudi orang memandangku
Andai Kau tak menutupi
Takkan sudi orang mendengarkanku
Andai Kau tak menutupi
Takkan sudi orang berbicara denganku
Andai Kau tak menutupi
Takkan sudi orang berteman denganku
Andai Kau tak menutupi
Wahai Dzat yang Maha menutupi aib

Biodata Penyair
Taufiq penulis yang lahir di Wonosobo pada tanggal 12 Mei 1991 merupakan seorang guru SMK Andalusia 3 Sukoharjo Wonosobo. Sebuah sekolah yang berdiri jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota.

Tinggalkan Balasan