SEPEREMPAT AROMA

 

aku menampung seperempat aromamu

yang kudapat dari pori-pori

yang kucari dari belaian tangan

yang kutemukan pada sudut-sudut tubuhmu

 

aku menampung seperempat aromamu

seperti idzhar, kutakar jelas

kuendus dan kubaca berulang

 

aku menampung seperempat aromamu

yang kusimpan di lengkung dagu, urat leher

dan lekuk yang menuruninya

 

Purwokerto, 2023

 

 

SEDERHANA SAJA

 

aku masih menyukaimu

meskipun aku harus

meminum segelas teh bercampur sianida

sebagai perayaan pertengkaran kita

 

sederhana saja

aku bersedia mati bersama kecurigaan

yang berputar-putar di kepalamu

 

saat perjumpaanmu dengan sungai

yang memisahkan kita malam itu

aku hanya berharap keperempuanku ikut hanyut

bersama seluruh air mata

yang mengalirinya

 

Purwokerto, 2023

 

 

DAPATKAH KAU

 

dapatkah kau mengikuti arah mataku

ketika dindingnya basah dan licin?

permukaan yang kau injak dengan hati-hati

melahirkan monopoli jalan-jalan sunyi

 

dapatkah kau menghirup takdir

yang ditulis Tuhan untuk dua lubang hidungku?

tentang kebenaran catatan

dan kata salam di persimpangan

 

Purwokerto, 2023

 

 PADA MASA GENTING

 

tipu daya udara menembus tengah malam

pada masa genting seperti ini

kita akan senantiasa

mempertaruhkan waktu bercinta

yang entah bagaimana

kita akan sama, tergesa

di desak dunia

 

Purwokerto, 2023

 

SIFAT MENGHAMBA

 

hitam menjelma relung batin kita

kau maupun aku memiliki bekasnya

cekungan yang tak satupun manusia dapat mengira

yang mesti demikian, terus kita pelihara

bersamaan dengan sifat menghamba

yang tunduk dan seadanya

 

Purwokerto, 2023

 

Unafa Awayuki. Ia menempuh pendidikan S-1 di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Karya-karyanya termuat dalam beberapa antologi puisi dan cerita mini. Dapat dihubungi melalui Instagram @unafaawayuki.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *