Tantangan Pesantren di Zaman Digital

Oleh Gunoto Saparie Ada sebuah kata yang perlahan menjadi asing di zaman kita: mondok. Kata itu sederhana, pendek, nyaris terdengar kuno. Di tengah dunia yang bergerak dengan aplikasi, layar sentuh, dan kecerdasan buatan, mondok terdengar seperti sesuatu yang tertinggal di sebuah lorong waktu. Padahal, dari kata itu pernah lahir sebuah peradaban. Pesantren. Kita menyebutnya lembaga […]

Pendidikan Kesenian di Nahdlatul Ulama

Oleh Gunoto Saparie Di sebuah malam yang tak sepenuhnya sunyi, suara rebana bergetar pelan di serambi pesantren. Ada ritme yang sederhana, hampir repetitif, tapi justru di situlah letak kekuatannya: ia tidak memaksa, tidak mengguncang, melainkan mengalir, seperti doa yang dilagukan. Dalam gema itu, kita bisa mendengar sesuatu yang lebih tua dari sekadar bunyi: sebuah cara […]

Islam, Sastra Jawa, dan Ingatan

Oleh Gunoto Saparie Selalu ada yang samar dalam sejarah. Juga dalam sastra. Kita menyebutnya “sastra Jawa Pertengahan”, “sastra Jawa Baru”, “sastra Jawa Modern”. Nama-nama yang terasa hendak menata perjalanan panjang itu agar kelihatan rapi. Padahal, dalam kenyataannya, perjalanan itu berliku, penuh silang pengaruh, dan sering tidak taat pada batas-batas tahun yang kita buat. Kita membaca […]

Pengawasan Penggunaan DAK Perpustakaan

Oleh Gunoto Saparie Di sebuah perpustakaan kecil di kampung kecil, di pelosok Jawa Tengah, debu lebih rajin datang daripada pembaca. Lemari buku berderit bila disentuh, katalog berisi judul-judul yang tak lagi dicari. Namun, di laporan provinsi, dana telah digelontorkan. Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk bidang perpustakaan memang hadir saban tahun, seperti doa yang tertulis rapi […]

Islam dalam Kesusastraan Indonesia

Oleh Gunoto Saparie Di suatu pagi yang tenang di sebuah desa di Madura, D. Zawawi Imron menulis puisi tentang ibunya. Ia tidak menyebut Tuhan secara gamblang, tetapi dalam setiap baitnya, kita seperti mendengar seorang anak kecil mengaji sambil menahan tangis. Kesusastraan Indonesia modern, meskipun telah menjauh dari pesantren dan surau sebagai pusat gravitasi, masih menyimpan […]

Santet

Oleh : Gunoto Saparie Pagi baru saja merekah di kaki perbukitan Sukorejo, Kendal. Kabut tipis masih menggantung di atas sawah, menyelimuti desa kecil itu dengan selimut putih yang lembut. Udara sejuk menyentuh kulit, membawa aroma tanah basah dan semerbak khas daun tembakau yang baru dipetik—tajam namun menenangkan, seperti kenangan lama yang muncul kembali tanpa diminta. […]