Mempertanyakan Metode Bandongan dan Sorogan

Oleh Gunoto Saparie Pesantren tradisional merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang telah memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan keilmuan umat Islam di Nusantara. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi pendidikan, sistem pengajaran pesantren tetap eksis dengan metode khasnya, yaitu bandongan dan sorogan. Pertanyaannya, apakah kedua metode ini masih relevan dan patut dipertahankan […]

Posisi Kesenian dalam Islam

Oleh Gunoto Saparie Kesenian, harus diakui, merupakan bagian integral dari budaya manusia yang telah berkembang sejak zaman kuno. Berbagai bentuk kesenian, seperti sastra, musik, tari, lukisan, teater, film, dan patung, telah menjadi ekspresi kreatif manusia terhadap alam dan kehidupan. Dalam konteks Islam, kesenian seringkali dipandang dengan perspektif yang berbeda-beda, baik di kalangan ulama maupun umat […]

Pemertahanan Bahasa Jawa di Pesantren

Oleh Gunoto Saparie Sesungguhnya cukup menarik untuk melihat peran pesantren tradisional (atau pesantren “salaf”) di Jawa, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang sampai saat ini masih menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa pengantar utama dalam pengajaran kitab kuning (karya intelektual muslim klasik). Bahasa Jawa dinilai lebih lengkap dan komprehensif menggambarkan status gramatikal struktur bahasa […]

Putri Sang Kiai

Cerpen Gunoto Saparie Sore itu hatiku berdebar ketika melihat Rodhiyah. Putri Kiai Mahirin itu sedang mengambili pakaian yang dijemur di halaman. Gadis itu memang memikat. Wajahnya bersih. Matanya bening bercahaya. Bibirnya kemerahan. Kulitnya putih. Ia menjadi dambaan para santri di pondok pesantren Bahrul Ulum ini. “Kau harus hafal Alfiyah,” kata Hasyim, santri senior yang akrab […]

Sarila

Oleh Gunoto Saparie Siang itu aku sedang sibuk mengetik berita reportase pementasan Teater Lingkar di Taman Budaya Raden Saleh semalam ketika Pak Cip memanggilku ke ruang kerjanya. Pak Cip adalah Pemimpin Redaksi Swara Mahardika, tempat di mana aku bekerja sebagai wartawan di Semarang. Kutinggalkan pekerjaanku dan segera menemuinya. “Gun, kau siap ke Turki?” kata Pak […]

Pesan Terakhir

Cerpen Gunoto Saparie “Bangun! Bangun! Ayo, bangun!” Itu suara Mahfudz, santri senior. Di pesantren Bahrul Ulum suara Mahfudz membangunkan para santri menjelang subuh telah kami hafal. Tak segan-segan ia mengguyur air dengan gayung ke arah para santri yang masih bermalasan, bahkan tidur lagi, melanjutkan mimpinya. “Baru pukul setengah empat,” keluh Syamsul sambil mengusap-usap matanya. “Oh […]