Puisi-Puisi Muhammad Faizun

MENGHABISKAN PUNTUNG ROKOK Ia memunguti bekas puntung rokok yang terselip di antara rumput dan mulut tamu yang datang dan pergi. “Jangan sebatang,” katanya sambil membenamkan tangis atau marah di balik senyumnya. “cukup sisa Anda,”katanya Sementara rumput dan jemari tamu yang hampir tersulut api puntung itu bersyukur ada yang menampung sebab hitung-hitung sedekah sekalipun dari puntung. […]

Mbah Mul

Oleh Niam At-Majha Bau ampau masih terasa setelah semalam di guyur hujan. Baunya khas, tak bisa dinarasikan dalam bentuk ungkapan kalimat. Sebab bau harum ampau tersebut hanya bisa kita rasakan setelah hujan pertama datang. Setelah berbulan-bulan dilanda kemarau panjang.  Bau tersebut selalu di tunggu dengan sabar. Sesabar menunggu rintik hujan pertama datang. Seperti halnya Mbah […]

Sosok dari Pelosok: yang Berjuang dan Terkenang

Oleh Tatik Fitriyani Novel ini menceritakan tentang awal kondisi daerah Tebu Ireng, sebuah kawasan industri pabrik gula  yang didirikan oleh  Belanda dahulunya bernama  Kebo Ireng. Kebo Ireng adalah kawasan yang masyarakatnya banyak melakukan aktivitas-aktivitas amoral. Masyarakatnya hidup dalam kegelapan dunia yang luar biasa. Perjudian, pelacuran dan berbagai aktivitas amoral lainnya menjadi aktivitas keseharian yang menjadi […]

Puisi-Puisi Muhammad Rois Rinaldi

SEBELUM SABDA Ibu tak pernah berhenti menata kisah dari kenangan-kenangan pada etalase ingatan dan usia menuturkannya bagai hujan pada malam tak berbatas. Di tangannya yang terlalu banyak mencatat tak ada jarak antara setiap yang berlalu dahulu dan detik-detik kini yang ia hela. Aku tahu, Ibu terlalu sakral untuk kumaknai tapi rasanya, begitulah yang dapat kulihat […]

Namaku Selfie

OlehNiam At-Majha Satu Tahun Menjelang Pemilihan Pada sebuah tempat. Kita bertemu kembali. Sekian lama terlewati; setelah kau memutuskan untuk bersama pilihan orang tuamu. Aku kau suruh mundur teratur. Menerima keadaan. Tak boleh menolak dan melawan bahkan sekadar untuk mengungkapkan apa yang aku rasakan. Sebab ini keputusan tak boleh ada pengecualian Aku kau suruh menjauh. Bertanya […]

Roman Terpendam Marah Rusli

Oleh Pujianto Apakah ada yang kekal di dunia ini? nyawa dengan badan saja, yang sedemikian rapat hubungannya, pada suatu ketika akan berpisah juga, seperti dua benda yang tak pernah terhubung.(hal 25).  Gaya bercerita marah rusli dalam novel ini begitu mempesona, teks – teks yang lahir dari hal – hal biasa di tangannya mengalir terasa begitu […]