PUISI-PUISI TAUFIQ

LILIN KECIL Siang pergi dan malam datang Duduk di pojok ruangan Gelap gulita tak bercahaya Menikmati sunyi tak bersuara Ku nyalakan lilin kecil itu Dengan sepercik api membara tidak memberi terang pada dunia MENDUNG Gemuruh petir menggelegar di angkasa Terbesit kilat menampakkan cahaya Menggaris jelas menggores di udara Menerobos awan menusuk gendang telinga Dan matahari […]

Rumpaka

Oleh Syukur Budiardjo Siang itu Ustaz Zainuri kedatangan banyak tamu tak diundang. Selain polisi, juga awak juru warta. Polisi memeriksa jenazah. Mengumpulkan barang bukti. Memotret jenazah. Juga mewancari Ustaz Zainuri. Para wartawan media cetak dan elektronik hilir mudik. Mereka juga memotret jenazah, meminta foto korban sewaktu masih hidup, dan mewancarai Ustaz Zainuri. Siang yang mengguncang […]

Puisi-puisi Puji Pistols

KAMAR TIDUR Ia tahu tempat beristirahat yang paling rahasia mimpi begitu baik, menunggui cinta yang pergi tanpa alasan Pagi datang, namamu berhenti di ingatan DI KEDAI TJOKLAT DJOEANG Secangkir coklat panas Lunas membawaku pulang ke kota Disini, katamu- hidup yang galau Mudah dilupkan KOLAM Ia beri makan ikan-ikan Koki berlari-larian Membawanya kesatu bilik Batu karang […]

Perjalanan Panjang Mbah Onah

Ilustrasi CNN Indonesia

Oleh: Fuat Riyadi Mbah Onah begitu cucu-cucunya memanggil, usia menjelang setengah abad namun masih semangat kerja. Pagi hari bersama terbitnya mentari pergi ke pasar menjemput rejeki, sore hari pulang membawa hasil kerja kerasnya. Gula merah yang dalam bahasa jawa sering disebut gula jawa, merupakan barang dagangannya. Setiap lima hari sekali atau sering dikenal dengan satu […]

Puisi-Puisi Seruni Unie

GAMELAN, GENDHING MASA LALU 1/ Pernah ku taruh rasa benci pada seperangkat gamelan itu, ibu. Lantaran selalu mengalun suaramu, menyembah kelangenan. Bonang, siter, kenong pula kendhang adalah saksi pongah. Saat kehadiranmu melengkapi kegenitan para wiyogo yang tak kenal lelah. Dulu, di jauh remajaku. Segala cibir kuterima, semenjak sinden kau pilih sebagai jalan cerita. Pernah ku […]

Ziarah Lumpur

Oleh Kartika Catur Pelita Sejauh memandang hanya ada padang lumpur cokelat luas membentang. Kecoklatan menggumpal, timbul gelembung-gelembung, seperti air mendidih itu, menenggelamkan ribuan rumah, ratusan bangunan, belasan perkampungan dan pedesaan. Lautan lumpur melambai. Bagaskara terik membakar. Mana pekerja yang sedang membendung lumpur, menaikkan tanggul? Kini aku berjarak hanya beberapa meter dari lumpur pekat, berasap, air […]