Sapune Mbah Yai

Oleh Taufiq Mentari sore terlihat cerah kuning keemasan menerobos di sela sela dedaunan pohon yang berdiri tegak di pojok terminal sawangan. Terlihat beberapa pedagang asongan yang sedang menjajakkan dagangannya ” Dom kancing kapur barus lem tekus sepulu ewu” terdengar salah satu suara khas terminal yang menggelitik telinga. Suaranya keras lantang mengingatkanku saat masih hobi orasi […]
Rumpaka

Oleh Syukur Budiardjo Siang itu Ustaz Zainuri kedatangan banyak tamu tak diundang. Selain polisi, juga awak juru warta. Polisi memeriksa jenazah. Mengumpulkan barang bukti. Memotret jenazah. Juga mewancari Ustaz Zainuri. Para wartawan media cetak dan elektronik hilir mudik. Mereka juga memotret jenazah, meminta foto korban sewaktu masih hidup, dan mewancarai Ustaz Zainuri. Siang yang mengguncang […]
Perjalanan Panjang Mbah Onah

Oleh: Fuat Riyadi Mbah Onah begitu cucu-cucunya memanggil, usia menjelang setengah abad namun masih semangat kerja. Pagi hari bersama terbitnya mentari pergi ke pasar menjemput rejeki, sore hari pulang membawa hasil kerja kerasnya. Gula merah yang dalam bahasa jawa sering disebut gula jawa, merupakan barang dagangannya. Setiap lima hari sekali atau sering dikenal dengan satu […]
Ziarah Lumpur

Oleh Kartika Catur Pelita Sejauh memandang hanya ada padang lumpur cokelat luas membentang. Kecoklatan menggumpal, timbul gelembung-gelembung, seperti air mendidih itu, menenggelamkan ribuan rumah, ratusan bangunan, belasan perkampungan dan pedesaan. Lautan lumpur melambai. Bagaskara terik membakar. Mana pekerja yang sedang membendung lumpur, menaikkan tanggul? Kini aku berjarak hanya beberapa meter dari lumpur pekat, berasap, air […]
Dua Perempuan

Oleh : Niam At-Majha Embun setia pada mentari pagi. Senja pun setia pada mega merah. Dari waktu ke waktu keduanya tetap jujur dan setia dengan apa yang telah menjadi titahnya. Keduanya akan tetap beriringan saling membantu, bahkan ketika mendung bergelanyut dengan diiringi rinai hujan. Embun dan senja bersama-sama mengilang menyembunyikan perannya. Namun aku tak bisa […]
Kakek Malioboro

Oleh: Fery Taufiq Kota Yogyakarta sore ini tak seperti hari biasanya. Sosok mentari yang sebagai penerang dalam setiap sudut keindahan kota budaya tampaknya sedang murung. Ia terlihat enggan untuk muncul metampakkan silau wajahnya yang terang-benderang. Entah mengapa dengan hari ini, sehingga dalam benakku yang ada hanyalah prasangka buruk terhadapnya. Aku memberikan sedikit tatapanku ke langit. […]