Kisah Seorang Anak Presiden

Cerpen Erwin Setia Sejak hari pelantikan ayahku menjadi presiden, aku merasa orang paling beruntung di muka bumi. Bisa beli apa saja yang kukehendaki dan menyantap makanan apa pun yang kusukai. Soal perempuan? Memangnya siapa yang berani menolak cinta anak presiden? Di mana-mana, orang-orang selalu menghormatiku. Aku memiliki banyak pengawal sehingga aku tak perlu merasa […]
Kehidupan Normal Baru

Cerpen Edy Firmansyah “Seseorang yang menulis dengan hati akan sampai pula ke hati. Yang penting menulislah dengan sederhana. Jangan membuat ruwet pembaca. Sebab pembaca tak suka keruwetan. Karena itu menulislah cerita seindah bintang fajar. Seorang pengarang yang demikian bisalah disebut seniman sejati.” Dia terkesiap dari lamunannya ketika nasihat temannya terngiang-ngiang lagi di kepalanya. Ia kemudian […]
Surga Ada di Rumah

Cerpen Zainul Muttaqin Mustopa sungguh hanya mengerti, siapa pun yang mati di Tanah Suci kemungkinan besar bisa masuk surga. Selain itu, ia berpendapat bahwa mungkin itulah salah satu alasan para tetangga rumahnya yang mulai berlomba-lomba mengumpulkan uang untuk sampai di Tanah Suci. Sebagian dari mereka mestinya tidak perlu ke Tanah Suci mengingat kondisi keuangannya yang […]
Ketika Mobil Kami Mogok Lagi

Cerpen Luhur Satya Pambudi Mobil baru memasuki ibu kota Kabupaten Temanggung, sekonyong-konyong ia berhenti ketika masuk gigi ketiga. Kuinjak pedal gas, tapi kendaraan tak juga maju. Maka segera kubanting setir ke kiri. Syukurlah, mobil masih bisa ditepikan, sedangkan jalan tengah sepi nian. Kunetralkan perseneling, lantas kuinjak pedal gas hingga suara mesin meraung-raung. Kumasukkan gigi pertama, […]
Ikan

Cerpen Muhammad Lutfi Air sungai mengalir tidak terlalu deras. Airnya juga tidak begitu dalam. Batu-batu padas menghiasi wajah sungai tersebut. Air sungai itu jernih dan tidak ada sampah yang ikut terseret bersama arusnya yang tenang. Sehingga, banyak ikan-ikan yang berenang dan hidup di air tersebut. Di tepi sungai tersebut, dihiasi beberapa pohon pisang yang hijau […]
Sepotong Doa untuk Nafisah

Cerpen Heru Sang Amurwabumi Nafisah, kubawakan untukmu sepotong doa dalam sekantong kabut dari sebuah delta di belahan timur tanah Jawa–bersama udaranya yang dingin, juga sisa embun yang memucuk di daun-daun siwalan.1 Semoga kamu bisa menyentuh, lalu menangkap kelindannya tanpa ada yang menguap. Sebagaimana kabut yang turun di penghujung malam, kehadirannya kerap mengaburkan kerlipan bintang-bintang, memucatkan […]