ArtikelOpini

Islam dan Pendidikan Kemanusiaan

Oleh KH. Muhamad Muzamil

Rasulullah Muhammad SAW adalah cahaya yang menerangi alam kegelapan menuju pada hidayah. Ia adalah suri teladan yang baik (uswatun hasanah) bagi orang-orang yang mengharapkan keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat dengan mengedepankan akhlak yang terpuji (mahmudah).

Nabi Muhammad SAW adalah manusia biasa, namun tidak seperti manusia pada umumnya. Ia adalah manusia pilihan Allah SWT untuk menyampaikan risalah-Nya kepada segenap ummat manusia. Ia memiliki riwayat hidup yang sangat panjang dan berliku.

Ketika masih berada di kandungan, ayahnya, Sayyid Abdullah telah wafat. Setelah ia dilahirkan oleh ibunya Sayyidah Aminah, ia diasuh dan dikasih ASI oleh Sayyidah Khalimatus Sa’diyah. Setelah mampu berjalan, ia diajak oleh ibunya ziarah ke makam ayahnya. Dalam perjalanan pulang dari ziarah, ibunya wafat. Kemudian ia diasuh pamannya Sayyid Abu Tholib, lalu diasuh kakeknya Sayyid Abdul Mutholib.

Kanjeng Nabi Muhammad SAW sejak awal sudah dididik hidup mandiri. Ia selalu jujur, sehingga masyarakat menyebutnya dengan al-amin, karena ia selalu dapat dipercaya. Ia juga tidak dapat membaca dan menulis sehingga disebut al-umiyyi.

Muhammad SAW mendapatkan wahyu dimulai ketika berusia 40 tahun. Seorang wanita yang pertama kali percaya bahwa ia mendapat wahyu dari Allah SWT adalah istri tercintanya, Sayyidah Khadijah radliyallah anha. Setelah itu Sayyidina Abu Bakar, dan Sayyidina Ali. Beliau bertiga lah yang setia menemani Nabi dalam menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada masyarakat dengan suka dan duka.

Setelah itu, semakin banyak pengikutnya sehingga akhirnya orang kafir merasa berkurang pengaruhnya dalam masyarakat, akhirnyabmereka memusuhi Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para pengikutnya. Dalam suasana penuh tekanan, akhirnya para pengikut Nabi disuruh Nabi untuk pindah ke habatsah, lalu ke Yatsrib atau Madinah. Kemudian melalui perjanjian Hudaibiyah, Nabi dan para Sahabatnya dapat kembali memasuki Makkah, yang dikenal dengan fathu al-Makkah.

Ketika Nabi Muhammad SAW kembali ke Makkah, penduduk setempat mengira Nabi dan Sahabatnya akan balas dendam, namun ternyata tidak, bahkan Nabi Muhammad SAW mengajak semuanya untuk bersatu padu dalam naungan ridlo Allah SWT.

Kanjeng Nabi Muhammad SAW adalah pribadi yang sangat Agung. Ia dipuji Allah bukan karena kedudukannya, bukan karena hartanya, juga bukan karena ilmunya. Namun ia dipuji Allah SWT karena akhlak-nya yang terpuji.

Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa, “saya tidak diutus oleh Allah SWT melainkan untuk menyempurnakan akhlak”.

Karena itu risalah yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah berfungsi sebagai tuntunan atau pendidikan agar ummat memiliki akhlak terpuji.

Islam adalah jalan mencapai keselamatan di dunia dan akhirat. Islam juga sebagai penyeimbang urusan dunia dan akhirat. Dan Islam adalah pemersatu ummat yg berbeda-beda. “Tidak ada perbedaan antara orang Arab dan selain Arab (ajam), kecuali taqwanya kepada Allah SWT”.

Islam adalah menyempurnakan ajaran Nabi dan Rasul sebelumnya, yang meliputi aqidah, syari’ah dan Akhlak. Islam juga membangun peradaban manusia yang luhur, meletakkan dasar-dasar ilmu pengetahuan yang meliputi segenap alam semesta untuk mempermudah kehidupan ummat agar mampu membedakan antara yang benar dan salah, antara yang baik dan buruk, dan antara yang halal dan yang haram.

Islam memberikan kemudahan bagi para pemeluknya karena Allah tidak membebani suatu kaum kecuali sesuai dengan kesanggupannya.

Dengan Islam yang sempurna, manusia mampu menjalin hubungan dengan Allah SWT dengan ibadah sepanjang waktu, serta dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama umat manusia dan alam sekitar di seluruh penjuru dunia dengan prinsip kesetaraan, keadilan, kemanusiaan, dan kasih sayang.

Demikian indahnya visi Islam, namun mengapa kenyataannya dunia masih diwarnai dengan konflik dan kekerasan bersenjata? Tentu karena kebanyakan penduduk dunia masih diliputi hawa nafsu. Sebagian besar mereka ingin menguasai semuanya, sehingga jauh dari hidayah dari Allah SWT.

Konflik dan kekerasan bersenjata yang terjadi pada sebagian wilayah di dunia ini karena mereka didorong untuk menguasai sumber daya energi dan perekonomian dunia. Mereka sangat lihai mempergunakan isu perbedaan agama dan keyakinan serta hak asasi manusia untuk memecah belah ummat, sehingga mereka bisa dengan mudah dapat menguasai negara-negara yang masih lemah.

Bahaimana jalan keluarnya agar dunia dapat bersatu, damai, adil dan makmur?

Salah satu jalan keluarnya, agama harus ditempatkan pada fungsinya untuk kemaslahatan hidup manusia di dunia dan akhirat, bukan difungsikan sebagai alat pembenar hawa nafsu berkuasa.

Islam adalah agama yang memberikan pendidikan kasih sayang dengan menjunjung tinggi budi pekerti yang luhur, memanusiakan manusia. Islam tidak membolehkan pemeluknya bersikap wewenang-wenang dan balas dendam. Islam juga tidak pernah mengajarkan menyusun kekuatan untuk menguasai kaum lainnya, melainkan mengajak seluruhnya bersikap adil dan menjunjung tinggi perjanjian kedamaian.

Dengan pendidikan kemanusiaan tersebut, insya Allah dunia akan kembali bersatu, aman, damai, adil dan makmur. Semoga terkabul. Wallahu a’lam.

-Penulis adalah Ketua PWNU Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan