Berita

LP Ma’arif NU Jateng Bantu 5200 Siswa Kabupaten Pati Buku dan Alat Tulis

1005536_579076018848877_1453322386_n
PENYERAHAN BANTUAN: Ahmad Jauhari. menyerahkan bantuan kepada perwakilan madrasah yang terkena bencana. Sabtu (8/2).

Pati, Sebanyak 5.200 siswa dari 40 madrasah di Pati yang tekena dampak banjir mendapat bantuan alat tulis dari Lembaga Pendidikan  (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah. Bantuan diserahkan dikantor PC LP Ma’arif NU Kabupaten Pati yang bertempat dijalan Dokter Susanto.

 Ahmad Jauhari, Bendahara LP Ma’arif NU Jateng mengumumkan bantuan berupa buku, pensil, dan bulpoin itu untuk Pascabencana. Mengingat pelajar yang menjadi korban banjir saat ini lebih membutuhkan bantuan itu. “Kami menyerahkan 12.500 buku dan alat tulis lain”. Ujarnya yang didampingi Muh Zen Adv, pengurus LP Ma’arif NU Jateng Bidang Kerjasama dan Usaha.

Sejak dilanda banjir pada 19 Januari, banyak sekolah/madrasah yang dihentikan aktivitasnya. Sampai saat ini pun sebagian lembaga pendidikan masih belum mengaktifkan kegiatan pembelajaran karena lingkungan atau akses menuju sekolah/madrasah masih terendam banjir. Tentang buku pelajaran yang dibutuhkan sekolah/madrasah ataupun pelajar karena juga turut  terendam dan rusak akibat banjir akan diupayakan bantuanya. Itu penting dan mendesak karena tidak lama lagi berlangsung ujian akhir. “Untuk buku pelajaran telah kami koordinasikan dengan Kementrian Agama dan Dinas pendidikan karena memang kebutuhanya mendesak ,” ujar Zen.

Lebih lanjut Ahmad Jauhari mengemukakan, selain peralatan sekolah  berupa alat tulis dan buku pelajaran, pelajar juga membutuhkan materi tambahan. Pasalnya  mereka banyak yang libur lebih dari dua pekan karena banjir. “Kami berharap madrasah dan sekolah bisa menutup ketertinggalan materi pelajaran siswanya, terutama kepada meraka yang menghadapi ujian.” tandasnya.

Perwakilan madrasah penerima , Karnon, menekankan, banjir mengakibatkan kerusakan pada peralatan sekolah, buku pelajaran,dan bacaan. Tidak itu saja,  perlengkapan sekolah anak-anak di rumah juga demikian karena sebagian besar kediaman mereka juga dilanda banjir. “selain Sekolah yang terendam. Hamper 90 persen siswa juga terkena dampak banjir. Jadi bantuan peralatan sekolah dan buku pelajaran sangat dibutuhkan.” Ujar pendidik MTs Raudlatul Ma’arif Desa Burni rejo, Kecamatan Juwana ini. Ungkapan senada disampaikan  guru Madrasah Aliyah Gabus, Suwarno. Selain buku dan alat tulis siswanya juga membutuhkan bantuan seragam yang rusak akibat banjir. (8/2/14)

Tinggalkan Balasan