Esai adalah Sastra

*) Oleh: Tjahjono Widarmanto Sebelum membicangkan esai itu tergolong satra atau bukan, marilah kita telisik dulu apa yang dimaksud sastra dan apa yang dimaksud bukan sastra. Berdasarkan etimologisnya, sastra berpangkal dari bahasa Sansekerta, yaitu su dan sastra. Su memiliki makna indah atau bagus, dan sastra memiliki makna tulisan atau bahasa. Itu berarti secara harafiah sastra […]
Masa Silam, Masa Depan

Oleh: Tjahjono Widarmanto Sampailah kita di Desember yang basah dan kuyup seolah mengingatkan kembali bahwa tahun telah beringsut. Tahun yang beringsut itu melahirkan dua pertanyaan risau: “Apakah masa silam memenggal masa depan ? Atau sebaliknya masa depan yang memancung masa silam?” Setiap awal tahun depan selalu menggendong paradoksal. Lahir dengan harapan baru sekaligus terbelenggu nostalgia. […]
Puisi-Puisi Tjahjono Widarmanto

BAYANG-BAYANG DI ANTARA PUING (1)tak lagi siang tak lagi malamwarna-warna tak lagi pekat atau cemerlanglaut-laut mendaki gigir tebinggunung-gunung memburu ombak dan pesisirdi setiap celah karang kepiting-kepiting silaudi setiap pokok pohon kadal-kadal lumpuhkambing-kambing liar di padang rumputmenjelma gerombalan batu : kita adalah berhala-berhala yang remukdigerogoti musim, dikerat harimenjadi sekedar bayang-bayang di antara puing. di puncak-puncak lingga […]
Literasi dan Tumbuhnya Benih Kebangsaan

Oleh: Tjahjono Widarmanto Setiap kebangkitan bangsa di manapun di muka bumi ini selalu berawal dari gerakan intelektualitas. Itu berarti kebangkitan suatu bangsa bermula dari kebudayaan. Cikal bakal kesadaran intelektual dimulai dari sebuah keterpesonaan kepada “tanda”. Tanda yang berwujud sebagai bahasa inilah yang menjadi pemantik bagi tumbuhnya benih api kebangsaan. Tanda berupa bahasa ini disabdakan oleh […]
Sajak-Sajak Tjahjono Widarmanto

BAYANG-BAYANG DI ANTARA PUING (1)tak lagi siang tak lagi malamwarna-warna tak lagi pekat atau cemerlanglaut-laut mendaki gigir tebinggunung-gunung memburu ombak dan pesisirdi setiap celah karang kepiting-kepiting silaudi setiap pokok pohon kadal-kadal lumpuhkambing-kambing liar di padang rumputmenjelma gerombalan batu : kita adalah berhala-berhala yang remukdigerogoti musim, dikerat harimenjadi sekedar bayang-bayang di antara puing. di puncak-puncak lingga […]
Sastra Indonesia: Perawat Kebinekaan

Oleh Tjahjono Widarmanto Ada beberapa hal penting yang dapat dijadikan pijakan dan menjadi dasar pengembangan sastra Indonesia sebagai penjaga kebinekaan. Pijakan utamanya adalah bahwa keberangkatan sastra Indonesia adalah bermula dari tradisi. Pengertian tradisi tentu saja tidak boleh dimaknai dalam kerangka antropologis semata yang menyempitkan makna tradisi hanya sebagai bagian masa lalu. Pandangan yang linear semacam […]