Puisi-Puisi Efen Nurfiana
Jalan Tuhan Ia telah memutuskan berjalan sendiriandi antara seluruh malam dan jalan menuju Tuhania meletakan abu kematiannya sendiridiberbagai jenis musim […]
Jalan Tuhan Ia telah memutuskan berjalan sendiriandi antara seluruh malam dan jalan menuju Tuhania meletakan abu kematiannya sendiridiberbagai jenis musim […]
Pelepah Pisang Sambil menunggang kuda,mengokang bedil dan sebilahpedang dari pelepah pisang,mereka saling kejar saling serang. Sebagian membayangkandiri jadi Laskar Diponegoro,sisanya
Ke dalam Lembah Hati Ibu ibu, matamu ialah hutan hijaudari hutan Aceh sampai ke hutan Papuabegitu dengan hatimuialah sungai mengalir
Matahari Dari Alis Matamu seekor burung keluarcukup lama di belantarahujan menerbangkannyasampai di halamanku ini kicaunya amat kuhapal jemarinya yang membekasdi
Hidup Matiku, Kemuliaan Cahaya! Dan ia berjalan ke selatan, arah dermaga, naik ke atas sampandengan sekarung puisi, dikayuhnya sampan dengan
IBU, BUI, DAN BUAI IbuLagi IbuLagi-lagi Ibu Kau buiaku di dalam rahimmuketika badai tiba bertubi-tubi Laluaku menciumbaumu ketika kau buai