Puisi Maarif

Puisi

Puisi Ardhi Ridwansyah

SAJAK PENUH LUKA Telah kusematkan kemboja,Di tubuh berlumur peluh,Dan mata yang mengatup menjadi tanda,Ada kematian di balik canda. Tercekat dadanya

Puisi

Puisi-Puisi Efen Nurfiana

AKU MENINGGALKAN SEBELAH HATIKU aku meninggalkan sebelah hatikudi tempat seluruh rumput tunduk kepadamudi tempat seluruh mendungdan semut-semut merunduk di bawah

Puisi

Puisi-Puisi Ian Hasan

Nazilah Palestina moyang kami bersaksiatas salam merdeka tanah sengketadari langit bait suci tiga agamanegeri yang bersimbah darah keluargaorang-orang terasing di

Puisi

Puisi-Puisi Ulfatur Rohmah

Di Madrasah Di madrasahaku ingat, kala itusaat siapa sajamemilih menjadiseperti guru menjadi setiap jejakyang sesungguhnyasaat itu,sungguh sulit kami tuju kami

Puisi

Puisi-Puisi Tjahjono Widarmanto

TEKA-TEKI SUKA, MISTERI DUKA puisi sanggupkah memetakannya, seperti kulkas menyimpan sayur, melon, pindang, terasi berjejal-jejal persis hidup yang dirangsek kesumpekkan

Scroll to Top