Puisi-Puisi Tjahjono Widarmanto
DARI BALIK MAUT KULIRIK CINTA telah Kau kabarkan maut mengendap-endap dari jauhlampu di kamar telah lama padam tak ada lagi […]
DARI BALIK MAUT KULIRIK CINTA telah Kau kabarkan maut mengendap-endap dari jauhlampu di kamar telah lama padam tak ada lagi […]
SAJAK PENUH LUKA Telah kusematkan kemboja,Di tubuh berlumur peluh,Dan mata yang mengatup menjadi tanda,Ada kematian di balik canda. Tercekat dadanya
AKU MENINGGALKAN SEBELAH HATIKU aku meninggalkan sebelah hatikudi tempat seluruh rumput tunduk kepadamudi tempat seluruh mendungdan semut-semut merunduk di bawah
Nazilah Palestina moyang kami bersaksiatas salam merdeka tanah sengketadari langit bait suci tiga agamanegeri yang bersimbah darah keluargaorang-orang terasing di
Di Madrasah Di madrasahaku ingat, kala itusaat siapa sajamemilih menjadiseperti guru menjadi setiap jejakyang sesungguhnyasaat itu,sungguh sulit kami tuju kami
TEKA-TEKI SUKA, MISTERI DUKA puisi sanggupkah memetakannya, seperti kulkas menyimpan sayur, melon, pindang, terasi berjejal-jejal persis hidup yang dirangsek kesumpekkan