Manusia: Makhluk Mudah Bosan (Bagian 2)

Islam Mengatasi Kebosanan Oleh Hamidulloh Ibda Dalam dinamika kehidupan, rasa bosan kerap hadir sebagai tamu tak diundang. Ia menyelinap di sela-sela rutinitas, menghampiri manusia saat tugas terasa hambar, ibadah mulai terasa mekanik, atau saat hari-hari berjalan datar tanpa gairah. Dalam psikologi modern, kebosanan dipetakan dalam berbagai teori, namun bagaimana sebenarnya Islam memandang dan menawarkan solusi […]

Fenomena “Bangku Kosong” di SD

Oleh Hamidulloh Ibda Kita tentu ingat adagium, pameo, quotes, atau falsafah “kosong itu berisi, berisi itu kosong.” Falsafah paradoks filosofis ini sangat terkenal dalam tradisi filsafat Timur, khususnya Taoisme dan Buddhisme Zen. Inilah alasan saya menulis judul tulisan ini dengan meminjam istilah “bangku kosong”. Sedikit murid, satu murid bahkan tidak ada murid alias zero (kosong). Ya, itulah […]

Ana Rega, Ana Rupa!

Oleh Hamidulloh Ibda Beberapa waktu lalu, saya membeli baju koko di sebuah toko. Harganya lumayan murah. Namun kualitas baju dilihat dari sisi warna, ketebalan, dan juga jenis kain ya kurang bagus. Perspektif saya begitu. Istri saya bilang “Ya, ana rega, ana rupa to, Pa” katanya. Hampir semua orang Jawa pasti tahu adagium atau pameo tersebut; […]

Manusia: Makhluk Mudah Bosan (Bagian 1)

Oleh Hamidulloh Ibda Halah, ngko nek bosen ya mandek dewe to. Ungkapan orang Jawa sering kita dengarkan, bahkan kita sendiri mengucapkan. Teknologi batin orang Jawa ini menurut saya sangat kuat dalam merespon bosan atau kebosanan. Respon itu muncul karena faktor pengalaman, mereka tahu bahwa sesuatu kalau bosan pasti akan ditinggalkan, meski saat ini sedang demam-demamnya, […]

Yang Terhormat dan Mohon Izin

Oleh Hamidulloh Ibda* Kemarin, pada Selasa malam 10 Juni 2025, sebelum rapat persiapan Sosialisasi MOPDIK Ma’arif NU Jateng, Ketua LP. Ma’arif NU PWNU Jateng Fakhruddin Karmani curhat dengan saya. “Wah, sedina iki ping pitu, Pak, aku buka acara. Tambah bengi iki ngko. Dadi genep ping wolu. Isine kok Yang Terhomat dan Mohon Izin.” Aku pun […]

Pentingnya Belajar Ejaan

Oleh Hamidulloh Ibda Saya itu kadang geli. Geli kenapa? Ya, geli ketika melihat, membaca, bahkan mengedit teks. Ketika melihat bokong truk yang ejaannya salah saya geli. Begitu juga saat membaca artikel, opini, atau berita yang ejaannya ngawur atau ketika mengedit teks berita atau artikel di Maarifnujateng.or.id. Mbok ya sinau, dicek, atau minimal diketik di Google […]