Menghidupkan Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah

Oleh Hamidulloh Ibda Apakah mati? Jelas tidak. Ya, ini soal pramuka. Ekstrakurikuler sejak kecil yang sebenarnya saya sangat tidak suka. Sekali lagi: sangat tidak suka. Tapi masalahnya, ini bukan soal suka dan tidak suka, tapi ini soal alam, kehidupan, dan tentang karakter. Kira-kira begitu! Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah bukan sekadar wadah kepramukaan formal […]
Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal

Oleh Hamidulloh Ibda Pada Selasa (11/11/2025) lalu, saya didapuk Tanoto Foundation dan Dinas Pendidikan Kota Semarangs ebagai reviewer utama dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pembuatan Buku Numerasi Berbasis EVI MAP (Ethnoscience Village Map) di Ruang Oval lantai dua Dinas Pendidikan Kota Semarang. Saya tertarik melanjutkan kegiatan itu melalui tulisan sederhana ini, utamanya tentang bahan […]
Geng Solo dan Termul: Antara Eufemisme dan Disfemisme

Oleh Hamidulloh Ibda Dari sudut pandang linguistik, istilah “Geng Solo” dan “Termul” merupakan contoh bagaimana bahasa berfungsi sebagai alat kritik sosial dan politik. Menurut Allan dan Burridge (1991) dalam Euphemism and Dysphemism: Language Used as Shield and Weapon, eufemisme digunakan untuk memperhalus makna, sedangkan disfemisme digunakan untuk memperkasar atau merendahkan. Keduanya kerap muncul dalam wacana […]
Geng Solo dan Termul

Oleh Hamidulloh Ibda Saya pertama kali juga bertanya dan langsung googling. Janjane Geng Solo dan Termul itu apa sih? Ternyata, Geng Solo dan Termul itu tertuju pada orang yang sama. Tapi, dari kalangan remaja, sampai orang tua kini ketika menyindir bahkan merendahkan juga memilih dua diksi ini. “O…. masuk Geng Solo to awakmu,” “O…. Dasar […]
Doktor: Provokator Intelektual

Oleh Hamidulloh Ibda Menempuh jalan panjang dan penuh dedikasi hingga mencapai gelar doktor bukan hanya sebuah pencapaian pribadi, melainkan sebuah penyerahan diri pada amanah kolektif. Begitu juga kata promotor saya, bahwa doktor itu memiliki “tanggung jawab keilmuan.” Gelar ini melekat tidak hanya di ruang akademik, tetapi juga di ruang sosial, budaya, dan pendidikan. Sebab, menuntut […]
Narsisme Manusia Digital

Oleh Hamidulloh Ibda Di era medsos, siapa sih yang tidak pernah pamer foto keren, unggah story saat nongkrong di kafe hit, atau buru-buru bikin konten biar terlihat update? Di era digital, dorongan untuk “tampil keren” dan “bergaya” di media sosial telah menjadi fenomena yang hampir universal, tak terbatas pada usia muda. Dari anak muda sampai […]