Islam Nusantara dan Kurikulum Merdeka

Oleh: Hamidulloh Ibda Pada Rabu, 25 Februari 2026, di Ruang Theater Fakultas Kedokteran Kampus 2 Unwahas, Semarang, saya berkesempatan menghadiri sidang ujian terbuka promosi doktor Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani. Biasanya, saya pasti menulis berita ketika diundang resmi oleh rekan, kolega, sahabat, atau dosen saya di kampus. Pada Ujian Terbuka […]
Harlah NU Ke-100 Masehi

Refleksi Kritis Pendidikan Ma’arif NU antara Kuantitas, Mutu, dan Tanggung Jawab Peradaban Oleh Hamidulloh Ibda Tepat pada Sabtu 31 Januari 2026, Nahdlatul Ulama (NU) yang kita cintai berumur 100 tahun versi penanggalan masehi. Harlah ke-100 masehi ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”. Ini anugerah. Tapi juga penuh tantangan. Tidak semua ormas Islam […]
Ma’arif Jateng Outlook 2026

Oleh Hamidulloh Ibda Tak terasa sudah tahun 2026. Artinya, pengabdian di Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Masa Khidmah 2024-2029 sudah berjalan setengah perjalanan. Bagi saya, sebagai bagian dari pengurus Ma’arif NU Jateng, tahun 2026 menjadi penanda penting bagi perjalanan pendidikan Ma’arif di Jawa Tengah. Tidak sekadar pergantian kalender program, melainkan momentum konsolidasi dan […]
Menghidupkan Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah

Oleh Hamidulloh Ibda Apakah mati? Jelas tidak. Ya, ini soal pramuka. Ekstrakurikuler sejak kecil yang sebenarnya saya sangat tidak suka. Sekali lagi: sangat tidak suka. Tapi masalahnya, ini bukan soal suka dan tidak suka, tapi ini soal alam, kehidupan, dan tentang karakter. Kira-kira begitu! Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah bukan sekadar wadah kepramukaan formal […]
Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal

Oleh Hamidulloh Ibda Pada Selasa (11/11/2025) lalu, saya didapuk Tanoto Foundation dan Dinas Pendidikan Kota Semarangs ebagai reviewer utama dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pembuatan Buku Numerasi Berbasis EVI MAP (Ethnoscience Village Map) di Ruang Oval lantai dua Dinas Pendidikan Kota Semarang. Saya tertarik melanjutkan kegiatan itu melalui tulisan sederhana ini, utamanya tentang bahan […]
Geng Solo dan Termul: Antara Eufemisme dan Disfemisme

Oleh Hamidulloh Ibda Dari sudut pandang linguistik, istilah “Geng Solo” dan “Termul” merupakan contoh bagaimana bahasa berfungsi sebagai alat kritik sosial dan politik. Menurut Allan dan Burridge (1991) dalam Euphemism and Dysphemism: Language Used as Shield and Weapon, eufemisme digunakan untuk memperhalus makna, sedangkan disfemisme digunakan untuk memperkasar atau merendahkan. Keduanya kerap muncul dalam wacana […]
