Puisi A. Musabbih: Mendaras Gerimis, Menggambar Lapar, Waktu Putih, Perjamuan Nastar
Mendaras Gerimis Aku berlindung dari godaan langit mendungtempat dulu kita bernaungdan bingung Tetes-tetes yang jatuhbukan hanya ingin membasuh Masih banyak […]
Kumpulan konten puisi milik Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, Selamat membaca!
Mendaras Gerimis Aku berlindung dari godaan langit mendungtempat dulu kita bernaungdan bingung Tetes-tetes yang jatuhbukan hanya ingin membasuh Masih banyak […]
SEGELAS GELEMBUNG gelembung di laut iniingin kutakar segelaskuseduh dengan kopi kesayanganmubarangkali asinnya akan ikut larutke dalam tiap teguk, tiap luruh
SELAMAT TINGGAL LEBARAN kau meninggalkan akudalam kesuciandalam kesunyian tiga puluh hari puasa selesaitapi rindu tak kunjung usaimenjalari sekujur waktu selamat
Puasa ketika engkau dipanggildengan suara lembutjangan lantas engkau pakaimenjadi alasan bahwatelingamu tidak mendengarkarena kelembutan itutidak sama artinyadengan keengganan janganlah engkau
GAMBAR PAYUDARA pelukis itu menggambar payudaramenggambar rindu sebelum ia dapat menyusuini penjagalan!berpuluh-puluh gurun dalam pencarianmasih matamu yang terjatuh di tengah
Aksara manusia sekarang tidak jatuh cinta pada rasadan aksarakau bisa jatuh cinta padaku lewat oasesebab kau lelaki lawas apakah manusia