Puisi-Puisi Muhammad Faizun

MENGHABISKAN PUNTUNG ROKOK Ia memunguti bekas puntung rokok yang terselip di antara rumput dan mulut tamu yang datang dan pergi. “Jangan sebatang,” katanya sambil membenamkan tangis atau marah di balik senyumnya. “cukup sisa Anda,”katanya Sementara rumput dan jemari tamu yang hampir tersulut api puntung itu bersyukur ada yang menampung sebab hitung-hitung sedekah sekalipun dari puntung. […]
Puisi-Puisi Muhammad Rois Rinaldi

SEBELUM SABDA Ibu tak pernah berhenti menata kisah dari kenangan-kenangan pada etalase ingatan dan usia menuturkannya bagai hujan pada malam tak berbatas. Di tangannya yang terlalu banyak mencatat tak ada jarak antara setiap yang berlalu dahulu dan detik-detik kini yang ia hela. Aku tahu, Ibu terlalu sakral untuk kumaknai tapi rasanya, begitulah yang dapat kulihat […]
Puisi-Puisi Puji Pistols

Dari Kenangan Pesantren Lama redup lampu kamar menua berbatas pagar kembang kemuning tempat para santri belajar mengupas huruf alif mengukur hidup, menidurkan keinginan dan mengharum biji kopi pesantren mempunyai beragam cerita- persahabatan, pembelajaran, mimpi yang perih, ziarah, menjaga sepertiga malam menengok dapur, tumis kangkung, tahu goreng menderas kitab kuning, menyimpan kenangan keluarga pesantren ibarat jalan […]
Puisi-Puisi Niam At-Majha

HIKAYAT BENDA-BENDA _bersama pendongeng Agus Nur Amal pulang ke mana silsilah benda-benda panorama kota, gang-gang desa keseharian laut disana menyusun gambaran benda-benda di kepalamu betapa ia rindukan sesuatu yang hilang tutup ember di tangan anak-anak bermain air asin kantung kain, mobil-mobilan manis batang tebu, keramba bambu lemper penampung bumbu penjual obat di pasar lawakan Ibu, […]
