Pulang

Cerpen Wening Niki Yuntari Aku kembali ke kampung halaman; sebuah kampung kecil di sudut pulau Kalimantan. Tempat yang sudah lebih dari lima tahun tak kujejaki. Kata rindu sepertinya tak bisa menggambarkan betapa besar keinginan untuk segera sampai di sana. Rasanya ingin cepat-cepat bertemu bapak, ibu dan kelima adikku—memeluk dan meresapi berbagai perubahan yang tercipta dalam […]
Penagih Surga

Cerpen Zainul Muttaqin Tubuh Murakkab diseret, hendak diceburkan ke dalam telaga api. Laki-laki muda, dengan tulang belulang serupa batang lidi itu berusaha melepas diri, berontak dari genggaman tangan lelaki-lelaki bertubuh besar, tinggi, kekar, berwajah beringas yang terus menerus menariknya untuk dilemparkan ke dalam telaga api tanpa tepi. Lidah api terjulur-julur bagai lidah mencecap bibir, siap […]
Makmum

Cerpen Yuditeha Aku masih ingat, setelah dinyatakan lulus sidang tesisku waktu itu, Ustaz Albani memintaku menemui beliau di pondok tamu. Dengan ditemani santri putri, aku menghadap beliau. Sampai di sana, Ustaz Albani rupanya sudah menungguku yang ditemani Ustaz Al-Mutallaq. Sebelum bertemu beliau, aku menduga apa yang ingin beliau sampaikan mungkin tentang kelanjutan nasibku usai lulus […]
Semalam di Fort Defensie

Cerpen Halima Maysaroh Aroma asin air laut kuhirup dalam-dalam, ada nikmat petualangan dalam dadaku. Lepas dari Kota Namlea, ibu kota Kabupetan Buru ke Kecamatan Kayeli dengan menggunakan kendaraan laut Feri, kurang lebih 20 menit kapal feri ini mengantarkanku berserta rombongan ke suatu desa yang sangat asri dan kental akan adat-istiadat; Desa Kaiely. Aku, Rizwar, Nanda, […]
Celoteh Ibu-Ibu

Cerpen Ubaidillah Pesantren ini ternyata lebih ruwet dari yang kubayangkan. Ia bukan sekadar tempat menetap dan menimba ilmu bagi sekumpulan manusia. Ada cerita magis yang tersembunyi, rahasia yang ditutupi, tragedi yang dibungkam rintihnya, dan hukum yang amburadul. Dan jangan lupa biang keladi di balik semua itu. Ya, siapa lagi kalau bukan santri-santrinya. Merekalah yang […]
Padepokan Slimut

Cerpen Setia Naka Andrian Hari masih sangat pagi. Pagi sekali. Leman Soleman baru saja terjaga dari tidurnya yang tak panjang. Ia bangun karena kaget yang diciptakan sendiri. Ya, alarm membanting suara yang memukuli telinganya, berkali-kali, menyesakkan dada. Napasnya nampak terengah-engah. Sepertinya baru saja ia pejamkan mata, tak juga sampai bermimpi apa-apa, Leman harus sudah membuka […]