Kisah Dua Serdadu

Cerpen Dadang Ari Murtono Dua orang serdadu bertemu di medan perang di sekitar Giri Kedaton. Masing-masing dari mereka telah membunuh sejumlah musuh sebelumnya, lantas ketika mereka bertemu, mereka sudah sama-sama lelah. Salah satu dari mereka mengangkat pedang dengan lemah, kemudian berkata, “Tidak bisakah kita beristirahat sebentar?” Serdadu yang lain mendengar ucapan itu. Namun ia tidak […]

Ada Makhluk Lain dalam Tubuhku

Cerpen Mahwi Air Tawar Ada makhluk lain di dalam tubuhku. Ia selalu tersenyum, kadang tertawa, tidak jarang ia menangis tersedu. Sekali waktu, ia dan temannya membicarakan tentang makhluk di luar dirinya, “Mereka berbicara tanpa melibatkan pikiran∙.” Ketus. Keningku berkerut.  “Apa maksudmu?”                            “Mereka tidak hanya berusaha mengusirku tapi juga berusaha […]

Penjemputan

Cerpen Latif Nur Janah Nyaris semua makmum salat Magrib petang itu tercengang dalam posisi tangan masih bersedekap. Setelah ayat keempat surah Alkafirun dilantunkan Mbah Rosidi, ada jeda sekitar tiga detik sebelum seseorang di baris paling depan melanjutkan ayat berikutnya. Tentu dengan maksud mengingatkan Mbah Rosidi. Tetapi, Mbah Rosidi justru mengulang ayat ketiga hingga dua kali. […]

Masjid Kampung yang Hampir Terbengkalai

Cerpen Mahan Jamil Hudani Semua jemaah salat Jumat terdiam mendengar pertanyaan Ustaz Mukhlisin. Tentu bagi siapa yang berani bersuara pertama, pastilah ia nanti akan diminta menjadi ketua panitia atau bahkan donatur utama, itu anggapan mereka, dan memang biasanya seperti itu. Paling tidak, ia akan ada di barisan terdepan untuk memimpin pencarian donasi. Hening cukup lama. […]

Suyud Kopong

Cerpen Moh. Romadlon Sebut saja tokoh kita Suyud. Begitu memang nama sebenarnya. Suyud. Tetapi warga kampung Dukuh Waru lebih suka memanggil lelaki tua berwajah tanah itu dengan nama Kopong atau Suyud Kopong. Mereka memanggil begitu lantaran mereka yakin kalau kepala Suyud hanya sejenis balon karet; kosong tanpa ada isinya sedikit pun. Beda jauh dengan kepala […]

Penebar Jala

Cerpen S. Prasetyo Utomo           TANGAN Kiai Najib direntangkan serupa sayap malaikat. Berdiri di mimbar masjid, lepas subuh, Kiai Najib memberi tausiah di hadapan jemaah yang setia menyimaknya. Di mata Aryo, Kiai Najib serupa malaikat turun ke muka bumi. Aryo, yang kini selalu salat ke masjid tiap kali mendengar alunan azan, seringkali takjub menatapi Kiai Najib. […]