Burung  Sang  Pembebas

Cerpen Ilham Wahyudi Pernahkah kau mendengar kota yang isinya burung-burung? Sehingga tak satu pun kau temukan makhluk yang berjalan atau melata selain burung.  Meskipun berisi burung-burung, kota itu terlihat begitu megah dan mewah. Fasilitasnya tak kalah dengan kota-kota besar di dunia. Jalan raya, taman, rumah sakit, gedung sekolah, serta rumah ibadah begitu lapang, panjang, dan […]

Pesta Kematian dan Hiburannya

Cerpen Agus Salim Suatu hari, setelah melayat ke rumah Sastro, salah satu Anggota Dewan Kabupaten yang mati mendadak dengan cara tiba-tiba ingin tidur dan tertidur, lalu kemudian tak bangun-bangun, Jumirah, yang akrab dipanggil Jum, kuat-kuat menanamkan keyakinan dalam dirinya: kelak dirinya akan mati di hari baik, Senin, Kamis atau Jumat, dan kematian itu akan datang […]

MARDI ZULFU MEMUTUSKAN BERHENTI JADI USTAZ

Cerpen karya Erwin Setia Malam terakhir ketika Mardi Zulfu mengimami salat Isya di Masjid Al-Hidayah, jumlah jemaahnya hanya dua butir kepala: lelaki tua setengah buta yang dianggap gila oleh masyarakat sekitar dan seorang bocah bermata juling yang selalu berteriak ketika mengucapkan ‘amin’ sampai telinga Mardi Zulfu pengang. Selepas salat, Mardi Zulfu memantapkan keputusannya: ia akan […]

Mendung di Langit Prambanan

Cerpen Ade Mulyono Tidak ada yang tersisa di Demak-Jipang selain ratapan dan isak tangis. Sisa-sisa prajuritnya sudah dihancurkan. Raden Arya Mataram adik Arya Penangsang juga sudah melarikan ke Palembang dengan perasaan hancur lebur. Hanya abu kehancuran yang ia bawa, selain pakaian yang melekat di tubuhnya. Payung emas dan tombak sebagai lambang kekuasaannya juga sudah diturunkan […]

Seorang Gadis yang sedang Bicara pada Nurani

Cerpen Arinda Sari Kinanti. Itu kau. Pemilik bola mata jeli yang indah, magis, menggetarkan, serta menggeleparkan. Tatapanmu merupakan gravitasi terbesar dari seorang Sekar Kinanti—Bunga yang dinanti. Ah, mungkin serupa bola mata Cleopatra atau Nyi Roro Kidul. Orang-orang bilang, wajahmu yang menawan seindah rembulan. Banyak hati tertawan tapi kau enggan terkesan. Omong kosong, katamu jengah. Mereka […]

POTRET BURAM DI MUSEUM

Oleh Puspa Seruni Sesaat setelah tubuhku diletakkan di atas balok-balok es, pikiranku membeku teringat pada satu hari pada dua belas tahun lalu saat ibu mengajakku ke sebuah museum. Setiap tahun, Ibu akan memilih satu di antara 365 hari untuk merayakan sebuah tragedi pembantaian. Bangunan museum itu memiliki banyak pintu dan jendela kayu yang tinggi dan […]