SISA PEMENTASAN

kurasa para pemain itu telah
pulang ke rumah masing-masing
menemui kembali dunia yang
senyata-nyatanya

di sini hanya ada aku
sibuk memandangi panggung
sebelum dibongkar para pemuda

di atas karpet hijau itu
suata-suara pemeran kembali hadir saat
mengenalkan kembali suara ibu
melepas anaknya pergi dengan tangisan
sebab tidak ada alamat menemani perjalanan
mengunjungi kota asing

pikiran bapak, sambil
menyandarkan tubuhnya ke pintu menemui jalan buntu
sebab dia sadar nasab anaknya memang miliknya tapi
nasib telah diberikan dengan utuh
ke tangan anaknya
maka pergi atau membiarkan hidupnya dirawat kesederhanaan desa
adalah soal ujian anak  yang
tidak bisa dibantu siapapun untuk menjawabnya

sawah, meski bersetia menunggu di pekarangan rumah
istikomah memberikan hiburan kecil
untuk mata keluarga
tidak bisa memenuhi semua
permintaan perut dan mulut keluarga

dan tak ada lagi yang bisa dijual selain kerinduan panjang
akan memajang kesepian
di waktu yang belum datang

kulihat panggung telah selesai dibongkar
namun ketiga tokoh itu datang ke kepalaku
memasukanku dalam drama mereka
terus berpentas  meminta jalan keluar dari
kisah yang tidak sengaja aku memasuki

Rajawana, Agustus 2020


DI BALIK WAJAH CANTIK

telah kau siapkan ransel
sebelum pergi ke kampus
selalu ada celak untuk menutupi lelah
di sekitar area mata, juga
lipstik biar kelaparanmu yang
biasa dijelaskan bibirmu, tertutupi

sampai di kampus kulihat tasmu
sudah penuh dengan dua benda itu sampai
kata-kata pak dosen,
tidak muat dimasukkan ke dalamnya

padahal kata-katanya yang diberikan hari itu,
tidak sebanyak hari-hari lalu
sebab kali ini, beliau minta izin pulang cepat untuk
pergi menta’ziahi rindunya berwajah saudara

kau yang juga berlahan pulang
juga menta’ziahi usiamu yang sudah berlalu
lalu mencari ransel baru di sekitar kampus
berharap hidupmu bisa dibeli
seharga bayaran kosmu selama hidup sebagai wanita cantik

2020


MENAIKI TANGGA

sebelum menaiki tangga
kita telah menghabiskan banyak ritual 
membahas seberapa banyak keberanian yang
dibutuhkan serta kebijakan yang akan ditemui di depan
ada pula perdebatan menaik turunkan niat yang
pada akhirnya harus diam sejenak

belum lagi mendengar orang bahwa
bahan dasar kayu yang akan dilalui pada
setiap anak tangganya sudah berumur tua
nyawa kita seperti diserahkan secara
cuma-cuma kepada kematian
mirip sekali dengan kata-kata polisi yang
pernah kutemui untuk tidak menyedekahkan nyawa
pada sebuah kecelakaan
meski kematian di tangan Tuhan kata pak Kyai

di depan meja kutata segala alasan yang
sudah dikumpulkan
sampai tidak ada space untuk beberapa alasan lagi

kita diam atau maju dan
menyerahkan semuanya kepada Tuhan

kita diam tanpa merasakan menaiki tangga
atau kita kehilangan waktu untuk merasa menaiki tangga?

Rajawana, Agustus 2020


DUA PEREMPUAN

setangkai bunga palsu tergeletak di atas meja
bagiku, keberadaannya
tidak mampu mengindahkan percakapan
ataupun memberi hibur kecil di ruang tamu
hanya mengisi warna
di mata yang tidak sengaja menatap

setangkai bunga palsu
warnanya telah berpindah ke kepalamu
bentuknya mengabadi seperti
wajah mantan yang cintanya palsu

aku suka wewangian dan kau suka keabadian
tapi kita sama-sama dibesarkan
dengan keindahan kata-kata
dan kita sama-sama membiarkan diri
dicintai sinar pagi di antara rimbunnya puisi

Rajawana, Agustus 2020


NASAB NASIB

kamu dan aku berangkat dari nasab yang berbeda
pagimu biasa diisi dengan sepiring roti dan susu
sementara aku dengan singkong rebus dan teh gula jawa

tapi kita telah dikumpulkan dalam satu nasib
di sebuah ruang
yang dindingnya terbuat dari keheningan
catnya berwarna larut malam

kita sujudkan setiap kejadian
membiarkan semesta sibuk menggosibkan
keberadaan luka yang berpindah-pindah
yang kadang di hutan belantara
kadang pula di pasar raya sampai
aku pun pernah dibuat sibuk,
bahkan mengamuk

dan nasab serta nasib kita,
sudah menjadi sepasang sandal
menemani langkah kaki bepergian
kemanapun usia meminta

Rajawana, Agustus 2020


*Irna Novia Damayanti. Lahir di Purbalingga, 14 September 1992. Beralamat di Rajawana Rt19/07 Kec.Karangmoncol Kab.Purbalingga. Seorang Santri di Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto. Aktif di Komunitas Sastra Santri Pondok Pena. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *