SULUK
Kolamku sudah keruh oleh lumpur-lumpur pilu, Rindu
Sorot mataku nyala sendu mendamba cahaya
Sebab kelomang hidup lamat-lamat lesap bersama kelakarku
- Iklan -
Perjalanan ini tak meninggalkan jejak Terhapus digerus lena menjadi cemas
Terasmu tiada dua lutut hampa: menghamba
Dan hatiku mulai berhenti menggali kuburannya
Menyaksikan betapa khusyuk pikiranku mendengar teriakan dunia
Yang bertelanjang sebagai budak jempol di hadapan maya bermuka ganda
Apakah tidak ingat sebatang jiwa pernah menari dengan doa di tempat itu
Lalu kenapa begitu jauh menarik diri bertubuh berlian palsu yang sementara
Lihatlah, laut selalu menyambut sungai-sungai dari ketinggian gunung agung
Tapi cerukku maruk menampung seraya menyembunyikan lubang ketidaktersediaan
O Maha Pemandu Rahasia
Aku bawakan tulang belulang jiwa patah dilindas derita
Kutanggalkan ransel ego dan sendal kotor prasangka
Hingga tepat waktu mengetuk pintumu
Izinkan aku masuk dalam dirimu yang candu
Padang, 2025
HANYA IBU
Ketika aku tersesat di tengah kota padat kecemasan
Sepasang kakiku terbelingut semata tenggelam dalam lumpur getir
Jiwa yang purna semarak lebam
Menuntun darahku berdesir merindukan peradaban
Aku terhuyung-huyung seperti peluru dari penembak yang mabuk
Sebagaimana angin adalah hidup dengan kelakar pelambat sasaran
Lantas jantung paling degup aku bersemayam
Bagai pelukan Ibu, keniscayaan penenang ledakan
Padang, 2025
MEMELUK-MU
Aku adalah jendela
Berdebu lumur dosa
Terawat luka sisa dunia
Mataku padam api
Kehilangan cahaya nyala
Samar-samar di balik tirai
Pintu itu terbuka
Tak pernah tertutup
la punya kunci terlipat seperti sajadah
Hanya tersentuh oleh duka sengaja lupa
Engkau senantiasa memanggilku di lima waktu
Tapi aku sibuk mengiris tubuhku sendiri
Yang berantakan di lantai bisu hidup
Aku ingin menjadi bayang dinding
Kepada gelap
Menyerahkan jiwa yang tersesat
Menuntun pelan untuk sujud siasat
Aku membasuh taatku pada rindu ayat-ayat
Menanggalkan aku
Dan memenggal dada yang bersimpang
Melebur segenap penciptaan
Lahir kembali memiliki roh kasih-Mu
Padang, 2025
NASIHAT
Nak, bawalah kuas jiwamu kepada Ibu dan Ayah
Basuh segera di telaga maaf dada kami
Sebab, Nak, sebentar lagi Ramadan memberimu kanvas takwa
Di sana amal dan pahala kau lukis dengan warna ibadah puasa
Di sana kemuliaan akan menuntunmu menuju Arsy-Nya
Padang, 2025
PUASA
Perjalanan adalah puasa
Dari negeri sahur ke magrib
Mengetuk pintu dahaga
Hidangan meja berbuka
Aku meneguk-Mu
Sebelum aku disantap nafsu
Padang, 2025
Zikri Amanda Hidayat dapat dipanggil secara akrab Izik. Lahir di Koto Rawang, Pesisir Selatan pada tanggal 02 Agustus 1999. Punya hobi menulis, membaca dan bulu tangkis. Buku yang telah terbit Sehimpun Rasa (Gupedia, 2021), Rentetan Tulisan Tentang Konsekuensi Cinta (Guepedia, 2021) dan Tak Benar-benar Utuh (An-Nur Media, 2022).




