ArtikelOpini

Menggerakkan Moderasi dari Pondok Pesantren API Al-huda

Bagikan:

Oleh Rizki Dwi Septiani

Di Jawa Tengah, banyak sekali pondok pesantren yang mendakwahkan Islam moderat. Salah satunya Pondok Pesantren API Al-Huda Magelang. Pondok pesantren ini dibangun pada pertengahan tahun 2012 dan tepatnya pada awal bulan Dzulhijjah 1439 H, di atas tanah seluas kurang lebih 600 M/ persegi di sisir pinggir selatan kampung Nepak.

Dengan didasari niat dan juga optimisme tinggi dari beliau K.H Usman Ali selaku pengasuh pondok, alhamdulillah dalam waktu satu tahun setelah pembangunan pondok pesantren tersebut dapat dihuni dengan infrastruktur seadanya. Namun seiring berjalannya waktu pondok pes.antren ini terus melakukan pembangunan secara intensif sampai saat ini demi terwujudnya lingkungan pesantren yang nyaman bagi para santri.

Situasi dan kondisi di lingkungan kota dan juga pergaulan generasi muda yang semakin jauh dari kata berakhlak terutama terjadi pada generasi terpelajar yang diharapkan menjadi generasi penerus bangsa, mendasar atau latar belakang timbulnya niat dan tekad dan optimisme tinggi untuk mendirikan pesantren .

Pesantren tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para generasi muda untuk membangun diri benteng untuk dirinya terhadap segala sesuatu hal yang seluruhnya menyimpang dari syariat Islam. Selain hal tersebut melalui pesantren ini juga diharapkan para santri dapat mencari ilmu khususnya pada bidang agama syariat sebagai bekal panduan hidup bermasyarakat dan paling utama sebagai bekal mereka kelak di kehidupan akhirat.

Pesantren ini sedikit banyak mengacu ada kurikulum yang diterapkan pada pondok pesantren salaf Tegalrejo Magelang dengan bidang ilmu yang dipelajari antara lain fikih, aqidah, nahwu, sorof, tauhid, tasawuf, dan sebagainya.

Pada waktu itu, ketika pondok pesantren ini mulai berkembang yaitu sekitar tahun 2013 santrinya berjumlah 45 orang putra dan 50 orang putri. Totalnya 95 orang, pondok ini berkembang sangat cepat dan pesat serta kemajuan yang begitu luar biasa. Dari sekian santriwan dan santriwati itu dibagi menjadi beberapa tingkatan kelas. Dari awal yaitu kelas ibtida’, kelas jurumiah, kelas imrhithi, kelas alfiyah, kelas wahab.

Sebagian besar santriwan dan santriwati tidak hanya mondok saja, akan tetapi mereka juga sambil sekolah mulai dari tingkat MI sampai SMA, dan waktu itu masih langka yang kuliah. Mulai dari jenjang sekolah dasar ada yang di MI Ma’arif, kemudian tingkat SMP yaitu SMPN 7, MTSN, MTS Al Iman, tingkat SMA yaitu di SMK 1 Magelang, SMK Ma’arif, MA Al Iman, MAN 1 Magelang dan sebagainya..

Pemikiran dan ide K.H Usman Ali ini sangat banyak dan bermanfaat untuk semuanya. Mulai dari secara fisik dan secara budaya beliau telah berhasil menciptakan dan mewujudkannya sedikit demi sedikit yang di lakukan dengan penuh perjuangan dan tirakat yang luar biasa sehingga sampai saat ini terus berkembang pesat serta mengalami banyak perubahan dan kemajuan. Beliau merintis semua itu mulai dari bawah dan nol.

Secara fisik K.H Usman Ali menciptakan pondok pesantren API Al Huda yang dirintis mulai dari nol, dimulai dari 4 santri kemudian semakin tahun semakin bertambah santrinya hingga sampai saat ini sudah mencapai 700 santriwan dan santriwati.

Setelah beliau mewujudkan menciptakan pondok, kemudian beliau juga mempunyai ide untuk memajukan lagi pondok pesantren ini dengan mendirikan sekolah formal tingkat SMP yang berbasis pesantren atau Islamic Boarding School. Pada tahun 2016 yang lalu beliau memberanikan untuk mendirikan sebuah sekolah formal tingkat SMP, dengan biaya gratis selama 3 tahun, pada tahun pertama pendaftar nya adalah sekitar 50 orang.

Waktu itu juga karna masih dirintis dan belum resmi sehingga untuk penerimaan peserta didik baru juga dibatasi kuota karena tempat untuk ruang kelas juga belum memadai karena masih proses pembangunan. Waktu itu pendaftar sejumlah 50 orang yang terdiri dari 25 putra dan 25 putri di terima dan di seleksi langsung oleh bapak kiai serta dibantu oleh pengurus pondok. Jadi siswa yang sekolah di SMP Al Huda ini harus wajib 3 tahun berada di pondok ini.

Beberapa tradisinya melimpah. Pertama, pengajian Selasa Kliwon. Pengajian rutin yang diadakan P.4.S.K kecamatan mertoyudan adalah kegiatan mujahadah, khotmil qur’an serta pengajian yang diadakan bergiliran pada desa desa sekitar Kecamatan Mertoyudan.

Kedua, khitobah. Yaitu tempat untuk meningkatkan kemampuan santri menjadi muballigh karena kematangan dalam perencanaannya dengan merencanakan kegiatan dapat menentukan sasaran dan pelatihan khitobah, adapun tujuan pelatihan khgitobah yaitu untuk meningkatkan kemampuan santri menjadi muballigh professional dengan memberikan materi metode dan media yang digunakan.

Fungsi kedua yaitu adanya pengorganisasian dalam pelatihan khitobah yang tertata rapi , dengan cara pembagian santri memnjadi beberapa kelompok dan kemudian dibagi tugas dengan cara pengurus memberikan bimbingan kepada pelaksana pelatihan khitobah melalui dialog dan tanya jawab, kemudian fungsi terakhir yaitu dengan mengevaluasi semua kegiatan yang ada dengan cara pengurus mengadakan rapat untuk mengetahui bagaimana hasil dari pelaksanaan pelatihan khitobah yang dilaksanakan. dan acara ini diadakan setiap 2 minggu sekali pada malam jum’at.

Ketiga, imtichan. Setelah selama setengah tahun para santri belajar, maka pada akhir semester diadakan tes / imtichan.

Sosok Pendiri
K.H Usman Ali merupakan pengasuh pondok pesantren API Al Huda di Dusun Nepak, Desa Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Beliau merupakan salah satu tokoh ulama NU lokal di Magelang. K.H Usman Ali lahir di Magelang, 5 Juli 1975 tepatnya di Dusun Gedongan, Gondosari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Riwayat pendidikan beliau yaitu pendidikan formal yang di mulai sejak tingkat MI sampai dengan MTS kemudian beliau melanjutkan pendidikan nonformal yaitu di Pondok pesantren API Tegalrejo Magelang selama 13 tahun.

Beliau mempunyai cita cita ingin mendirikan pondok pesantren di desa ini, dan setelah satu tahun kemudian beliau baru mempunyai 4 orang santri dimana santri tersebut rumahnya pakis atau tetangga beliau. dan sebelum mendirikan pondok pesantren, Beliau menciptakan TPA Al huda di desa ini sehingga anak anak usia dini sampai remaja mengaji di TPA tersebut.

Seiring berjalannya waktu, beliau tak pernah henti untuk tirakat dan berusaha demi mewujudkan impiannya, dan setelah beberapa tahun kemudian beliau memulai nya dengan membeli tanah pekarangan di Dusun Nepak untuk di bangun menjadi pondok. Sedikit demi sedikit beliau berusaha untuk mewujudkannya dengan penuh kesabaran, ketelatenan dan juga tirakat yang luar biasa.

Secara budaya K.H Usman Ali menciptakan mujahadah dan pengajian selapanan malam senin pahing, diadakan secara rutin selama 35 hari sekali di halaman PP API Al Huda adapun acaranya dimulai pada jam 20.00 malam dan dilanjutkan dengan sholat hajat bersama dan mujahadah nihadul mustaghfirin bersama sama lalu dilanjutkan dengan acara inti yaitu mauidhoh hasanah oleh mbah kiai.

Dengan keunikan pondok ini, minimal menjadi tempat menggerakkan moderasi Islam di wilayah Magelang dan sekitarnya. Meski usia masih dini, pondok ini sangat berpengaruh di wilayah Magelang.

-Santri Pondok Pesantren API Al-huda

Bagikan:

Tinggalkan Balasan