Berita

LP Ma’arif PWNU Jateng Kampanye Pendidikan Inklusif di Banyumas

Banyumas, Maarifnujateng.or.id – Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Jawa Tengah mengadakan kampanye pendidikan inklusif di kabupaten Banyumas. Peserta pada acara ini adalah seluruh kepala madrasah dan sekolah LP maarif Se-kabupaten Banyumas.

Kegiatan tersebut diadakaan di Pendopo Kabupaten pada hari rabu, 27 November 2019, pukul 08.00 hingga pukul 12.00. Acara dibuka oleh ketua PCNU Kabupaten Banyumas dan siisi dengan penampilan anak-anak berkebutuhan khusus, seminar dan deklarasi madrasah inklusif.

Hadir selaku narasumber adalah DR. fauzi, M.Ag (Pembantu Rektor 1 IAIN Purwokerto), R. Andi Irawan (ketua LP Maarif pwnu) serta Muinatul Khoiriyah (Direktur Rumah Inklusi kabupaten Kebumen).

Dalam paparannya, Dr. fauzi, M.Ag menjelaskan bahwa secara akademik, pendidikan itu inklusif. Pendidikan tidak boleh membedakan siapapun berdasarkan golongan, etnis, ras ataupun disabilitas. Di Indonesia, angka disabilitas sangat tinggi, antara 10 hingga 11 persen. Dari angka tersebut, baru 30 persen yang mendapatkan layanan pendidikan. Oleh karena itu sudah seharusnya seluruh madrasah dan sekolah dibawah naungan LP maarif NU untuk inklusif.

Sementara, R. Andi Irawan menerangkan bahwa, Islam sangat memperhatikan penyandang disabilitas. Rosulullah SAW pernah ditegur oleh Allah SWT gara-gara agak cuek sama penyandang disabuilitas netra. Allah SWT tidak memandang manusia berdasarkan bentuk rupa dan fisiknya, akan tetapi memandang manusia berdasarkan kadar ketakwaan dan amal sholihnya. Oleh karena itu, sekolah dan madrasah dilingkungan LP maarif, tidak boleh menolak anak berkebutuhan khusus untuk sekolah.

Sedangkan Mba IIn (panggila muinatul khoiriyah), bercerita bahwa selama sering merasa sendirian dalam melakukan pendampingan pada komunitas penyandang disabilitas. Pemerintah kurang respect terhadap issu disabilitas. NU sendiri tidak menganggap issu disabilitas sebagai issu yang penting. Padahal, penyandang disabilitas yang ditemui di lapangan, kebanyakan warga NU. Sering terjadi, penyandang disabilitas yang warga NU, malah digarap oleh komunitas lain. Oleh karena itu, saatnya NU memperhatikan kelompok penyandanng disabiltas dan memberdayakannya secara masif. (Admin/hi).

Tinggalkan Balasan