ArtikelOpini

Sako Maarif NU: Media Penguatan Karakter Aswaja Annahdliyah

Oleh H. Shobirin, M.Pd.I

Satuan Komunitas Pramuka (Sako) merupakan organisasi pendukung Gerakan Pramuka. Sako merupakan himpunan dari gugusdepan berbasis komunitas dan berbasis satuan pendidikan yang mempunyai kesamaan profesi, aspirasi, dan agama.  

Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (SAKOMANU) adalah satuan organisasi penyelenggara pendidikan kepramukaan, sebagai wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan di lingkungan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama.

Sakoma NU sebagaimana Gerakan Pramuka pada umumnya, mengawali pendidikan pada usia peserta didik 7 tahun hingga 25 tahun dengan sebutan anggota muda, yang dibagi dalam golongan Pramuka Siaga (7-10), Pramuka Penggalang (11-15), Pramuka Penegak (16-20) dan Pramuka Pandega (21-25). Pembagian golongan berdasarkan perkembangan dan karakteristik baik baik fisik maupun psikis, sedangkan pada usia dewasa dimulai dari pendamping Pembina ditempuh melalui KMD (Kursus Mahir Dasar), Pembina (Kursus Mahir Lanjutan), Pendamping Pelatih (Kursus Pelatih Dasar), Pelatih (Kursus Pelatih Lanjutan). Sedang dalam pengelolaannya dilaksanakan oleh Andalan Sako yang terdiri dari Pimpinan Sako (Pinsako) dan Majelis Pembimbing (Mabin) Sako Ma’arif Nahdlatul Ulama,

Sakoma NU dibentuk berdasarkan undang undang 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Nomor 177 Tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Komunitas Pramuka. Jawa Tengah tahun ini baru saja melaksanakan Musyawarah Daerah pada tanggal 3 Februari 2019 di Kabupaten Semarang dan telah terpilih Ketua Sako dan Andalan Sako Pramuka Ma’rif Nahdlatul Ulama Jawa Tengah masa bakti 2018- 2023.

Sako Pramuka Ma’arif  Nahdlatul Ulama adalah wadah untuk para Pramuka Ma’arif NU, disanalah Anggota Pramuka Ma’arif berkiprah untuk mengembangkan diri, belajar mandiri dan bermasyarakat serta mengembangkan kepemimpinannya. ke depan diharapkan menjadi wadah yang cukup efektif untuk dunia pendidikan yang maju dan berkembang. setidaknya bisa mengantarkan pada misi kemajuan pendidikan Ma’arif, sehingga harapan menjadi salah satu media penguatan Karakter Ahlus Sunah wal Jama’ah An Nahdliyah benar-benar terwujud dengan baik.

Sako Pramuka Ma’arif NU sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di madrasah atau sekolah lingkungan Ma’arif  sangat relevan dengan pendidikan karakter bangsa karena Gerakan Pramuka adalah Gerakan (lembaga) yang menggunakan prinsip dasar pendidikan dalam arti luas bertumpu pada empat sendi atau soko guru yaitu, 1) Belajar mengetahui (learning to know); 2) Belajar Berbuat (learning to do); 3) Belajar hidup bermasyarakat (learning to live together); 4) Belajar untuk mengabdi (learning to serve).

Pendidikan dalam Gerakan Pramuka adalah proses pendidikan sepanjang hayat yang berkesinambungan dengan sasaran menjadi manusia bertaqwa, berbudi pekerti luhur, mandiri, memiliki kepedulian tinggi terhadap nusa bangsa, masyarakat dan lingkungannya, alam seisinya, bertanggung jawab serta berpegang teguh pada nilai dan norma masyarakat.

Keberadaan Sakoma Nahdlatul Ulama Jawa Tengah adalah salah satu komponen penting yang dapat mendorong kemajuan pendidikan di lingkungan Ma’arif NU, terlebih dalam pembentukan kader yang mempunyai bekal pengetahuan, wawasan, kecakapan, yang dijiwai dengan sikap dan kepribadian yang luhur serta mental yang kuat berdasar Ahlussunnah Waljamaah An Nahdliyah, yang berwawasan kebangsaan dan kemasyarakatan. (hi)

-Penulis adalah Ketua Satuan Komunitas Pramuka (Sako) NU Jawa Tengah. Tulisan ini sudah dimuat di Majalah Ma’arif edisi 2019.

Tinggalkan Balasan