Puisi-Puisi Seruni Unie, Dendang Perempuan, Re,Mahligai Waktu, Perkenalan, Dehset Bey

DENDANG PEREMPUAN ; putri sarinande Lalu kita main suit yang menang harus cari pacar yang kalah, boleh petualang tapi waktu memilih seri hingga diam-diam, kita menemukan cinta tanpa saling cerita di luar, kabar nikah muda sedang gencar sementara kita berusaha untuk terus perawan di hadapan Tuhan Solo, 2026 ‘RE Akankah tertulis di almanac Bahwa sebatang […]

Puisi-Puisi Seruni Unie, Fragmen Sebuah Dusun, Pertemuan, Dinner, Rute Asmara

  FRAGMEN SEBUAH DUSUN   Jauh, Sebelum modernisasi menyentuh bantaran kali pernah mengajari unggah-ungguh Arti srawung tanpa adigang adigung Memesan damai setiap pagi, lewat kokok ayam dan burung dekukur Saling mengeja – menjaga Gemah ripah loh jinawi Dulu, sebelum pembangunan menghinggapi Tapi kini, jaman merambah Dusun menyimpan arogansi Gedumbrang tehnologi dan polusi memoksa tanpa permisi […]

Puisi-Puisi Seruni Unie

TAMU Selepas asyar bulan sebelas Menepi langkahmu Di rumah biru Tempat perempuan menandur kemayu Percakapan mengalir wajar Tak ada diksi mawar Juga metafor kepak camar Hanya dingin lantai menghangat perlahan Mendengar hati menemukan arroyan Selepas asyar bulan sebelas Sebaris sajak mendadak wuyung Saat pamitmu santun Menapaki lembayung Solo, 2022 BIARA Bukan hanya malam yang sembunyi […]

Puisi-Puisi Seruni Unie

I B U Tentang malam yang kini menyodorkan elegiAku meyakini, ialah rangkuman peristiwa tentang cintaTerkemas menjelma uban – keriput dan langkah rentaPada alur tangan, tempat takdir diletakkanLalu perlahan kau melewatiDengan ketabahan unguTanpa gerutuSekalipun luka nyenyak, di dadamu yang sajakIbu Solo, 2019 SEPERTI CICAK seperti cicak, aku merayapmemanjat dindingmengintip bulan, yang persegidan akumenjelma jajaran genjangdikamar,: mengurai […]

Puisi-Puisi Seruni Unie

APHOLOGI HUJAN Dalam hujan, aku menjajakan kesepian. Sebab tak ada lagi tempat untukku bersandar. Semenjak matahari sungsang dan mengecupkan tanda silang. Pada dadaku yang sempal Dalam hujan, kenangan silih ganti tandang. Menuang rindu purba pada wajah ayah ibu. Juga basah kembang sepatu. Sebab tiada lagi pelukan, saat badai menghempaskan Maka pahami, bila kadang ku pilh […]

Puisi-Puisi Seruni Unie

GAMELAN, GENDHING MASA LALU 1/ Pernah ku taruh rasa benci pada seperangkat gamelan itu, ibu. Lantaran selalu mengalun suaramu, menyembah kelangenan. Bonang, siter, kenong pula kendhang adalah saksi pongah. Saat kehadiranmu melengkapi kegenitan para wiyogo yang tak kenal lelah. Dulu, di jauh remajaku. Segala cibir kuterima, semenjak sinden kau pilih sebagai jalan cerita. Pernah ku […]