Generasi Cendol Dawet (1)

Oleh Hamidulloh Ibda Sore itu, ketika menemani anak saya menonton Youtube usai belajar dan mewarnai, tiba-tiba ia berteriak. “Pa, pa, cendol dawet, Pa…. cendol dawet.” Saya kaget. Pikir saya, ia minta dibelikan es cendol dawet karena melihatnya di Youtube. Jebule ora! “Ah, betapa bodoh dan tidak update-nya saya pada perkembangan musik dangdut kekinian,” pikir saya […]

Narsisme Guru Selfie (2)

Oleh Hamidulloh Ibda Pekan lalu, tulisan saya bertajuk Narsisme Guru Selfie (1) yang dimuat di rubrik ini saya jadikan status di WhatsApp, ternyata banyak direspon beberapa kawan, sahabat dan rekan dari berbagai elemen. Pertama, dari teman guru Ma’arif. Ia berkomentar “Jadi merenung”. Saya yakin, sebagai guru, beliau ini sadar, meski belum tahu harus berbuat apa […]

Narsisme Guru Selfie (1)

Oleh Hamidulloh Ibda Tahun kemarin, saya iseng ikut Lomba Artikel dan Karya Jurnalistik Tingkat Nasional 2018 yang digelar Kemdikbud RI. Lantaran jurinya mungkin ngantuk, saya dinobatkan sebagai Pemenang 1 alias Juara 1 Artikel Kategori Umum. Setelah berita dan foto saya upload di WhatsApp, ada teman guru komentar. “Selamat, Mas. Aku diwarai, Mas. Ben iso koyok […]

Ada ‘Tukang Kebun’ di Ma’arif (2)

Oleh Hamidulloh Ibda Saya mempunyai teman guru yang tugasnya melimpah ruah. Meski masih muda, namun ia juga tak luput dari sindrom mengeluh. Tidak hanya mengelola kelas, ia juga disibukkan di wilayah administratif, nyambi menjadi operator sekolah, tata usaha (TU), bahkan mewakili kepala sekolah lantaran kepala sekolahnya ‘tidak jalan’. Saya sendiri pernah bertanya, guru dengan TU bedane […]

Ada ‘Tukang Kebun’ di Ma’arif (1)

Oleh Hamidulloh Ibda Suatu ketika, Gus Dur pernah berpesan kepada Alissa Wahid saat mau kuliah. “Sak apik-apike kampus, nek awakmu ora apik, tetepo angel dadi wong apek. Sak elek-eleke kampus, nek awakmu apek, awakmu tetap bakal dadi apik,” kata Gus Dur pada Alissa yang diceritakan dalam suatu forum Maiyah di Jogjakarta pada 2012 silam. Dari […]

Pramuka dan Nasionalisme Pemuda

Oleh Hamidulloh Ibda “Demi Islam dan Indonesia, demi kemajuan, hanya pemuda nasionalis yang mampu mengubah kondisi bangsa. Salah satunya melalui Pramuka.” Tepat pada Rabu 14 Agustus 2019 ini, kita merayakan Hari Pramuka (Praja Muda Karana) ke-58. Perayaan Hari Pramuka ini tak boleh jika “formalistik simbolis” meskipun Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka telah mendesainnya dengan apik. […]