Yakin Bercita-cita Jadi Dosen?

Oleh Hamidulloh Ibda Menjadi dosen itu idaman. Ya, meski saya sendiri tidak pernah bercita-cita bahkan bermimpi jadi dosen dan tidak disuruh ayah dan ibu saya untuk jadi dosen. Setidaknya almarhum Bapak Saya bangga di alam sana dengan status dosen pada anaknya yang fakir ini. Dulu, setelah lulus S2 sekira 2016, saya “ngglundung” dari dunia jurnalis, […]

Reader, Author, Editor, Reviewer

Oleh Hamidulloh Ibda Tak tahu mengapa, nomenklatur sistem di Open Journal System (OJS) dalam jurnal ilmiah digital serba asing. Meskipun ada beberapa yang menggunakan Bahasa Indonesia, namun yang paling banyak diterapkan adalah nomenklatur-nomenklatur berbahasa Inggris. Bagi Anda yang ingin mendalami dunia dan akan mengirim artikel ilmiah ke OJS atau jurnal ilmiah digital harus mengenal hal-hal […]

Belajar: untuk Sekolah atau Hidup?

Oleh Hamidulloh Ibda Ada adagium menarik yang perlu dibaca lebih mendalam lagi; Non schole, sed vitae discimus. Jika diartikan, bahasa Latin ini bermakna “kita belajar bukan untuk sekolah melainkan untuk hidup”. Adagium ini diungkapkan filsuf dan pujangga Romawi, Seneca. Dalam buku Epistulae Morales ad Lucilium yang memuat adagium itu, Seneca melontarkan kritiknya pada sekolah-sekolah filsafat dalam […]

Esais, Artikelis, Kontainer

Oleh Hamidulloh Ibda Suatu ketika, bersama teman-teman mahasiswa saya mengusulkan membuat konten di Youtube bertajuk “Menjadi Penulis atau Youtuber”. Hal ini berangkat dari banyaknya Youtuber dari kalangan mahasiswa. Sebab zaman saya dulu belum ada. Paling mentok ya jadi penulis artikel dan esai populer, blogger daripada menjadi Youtuber. Soal jenis tulisan, saya temukan paling banyak diminati […]

Kaidah Selingkung

Oleh Hamidulloh Ibda Perkenalan saya dengan kaidah selingkung dimulai sekira tahun 2013 silam. Kala itu, kebiasaan menulis di media massa harus saya sesuaikan dengan dunia ilmiah, akademik, dunia kampus lah. Anda pasti tahu, aturan menulis artikel ilmiah itu kaku, harus sistematis, metodologis, berdasarkan riset, ilmu pengetahuan. Nah, semua itu diikat dalam kaidah selingkung. Jika menulis […]

Self Plagiarism

Oleh Hamidulloh Ibda Dalam artikel ilmiah, khususnya tugas akademik seperti tugas akhir (D3), skripsi (S1), tesis (S2), disertasi (S3), atau artikel ilmiah publikasi di jurnal, prosiding seminar, best practice, yang namanya menyadur pendapat, temuan, data, atau tulisan pribadi itu dibatasi. Bahkah, haram dan dilarang. Padahal, pendapat-pendapatnya sendiri. Mbuh, kenopo? Saya dulu awalnya juga tak terlalu […]