Kunji Berlari

Cerpen Eva Anastia           Akhir-akhir ini, Witro lebih banyak menghabiskan hari-harinya di dekat ladang jagung—tentu saja bukan ladang miliknya. Dia membawa serta Kunji—anaknya paling bontot—untuk berjalan menyusuri kelokan tepi ladang nan terjal. Tidak ada cangkul, sabit, atau sekadar pisau kecil yang biasa dia gunakan sebagai alat berhuma. Hanya sebuah peluit yang dia kalungkan di leher dengan […]

Palestina

Cerpen Beni Setia           ADA tiga kegiatan yang mengharuskan agar datang ke tanah kelahiran. Reuni yang akan diselenggerakan teman-teman bekas SMP—di tahun-tahun ketika tanah kelahiran itu, Palestina, belum dirampas oleh Yahudi, dan menyebabkan aku berada di pengasingan, sebagai pengungsi. Dan sebagian teman, yang ada tetap di Palestina, menempati tanah yang tiba-tiba diklaim milik Israel—negara yang didirikan […]

Percakapan dengan Pak Haji

Cerpen Joe Hasan Saya justru memilih untuk putus sekolah saat teman-teman sebaya saya berbondong-bondong memilih pergi ke sekolah. Saya lebih senang bekerja mencari uang. Membantu paman saya setiap malam menjual sate. Saya diberi honor sedikit hasil dari penjualan satenya. Bahagia rasanya bisa memegang uang sendiri tanpa harus meminta dari orang tua. Orang tua saya yang […]

Cahaya Meredup di Lembah

Cerpen Rumadi  Antrean di luar telah membludak. Sejak dua hari yang lalu, Mbah Husni tidak menerima pasien dikarenakan ia sendiri sedang sakit. Hasan dan Husein, kedua cucunya telah mengatakan lewat pengeras suara, bahwa Mbah Husni tidak menerima pasien lagi karena keadaan tidak memungkinkan. Namun pasien terus berdatangan. Semakin panjang. Semakin mengular. Bahkan di antara mereka […]

M a r l i n a

Oleh Ilham Wahyudi Perempuan itu duduk sendiri dalam kamar memandang jauh keluar jendela—matanya seolah menembus dinding-dinding rumah penduduk. Mata indah yang mulai kabur. Mata yang bila setiap orang memandangnya pasti akan terpesona, sebab pancarannya menerbitkan keteduhan.  Angin malam menerobos masuk membelai wajahnya yang masih terlihat cantik. Sangat cantik untuk ukuran perempuan seusianya. Meskipun usianya tidak […]

Yung Kitam Menjadi Nenek Lampir

Cerpen Imam Syafi’i Kemarin saya dan Rustam bermain gasing beluluk di halaman dekat langgar. Musim hujan yang biasanya membawa angin kencang sering merontokkan calon buah kelapa itu ke tanah. Angin kencang adalah mimpi buruk bagi para penderes. Selain batang kelapa yang licin saat dipanjat, air nira pun menjadi lebih masam dan buruk kualitasnya. Mimpi buruk […]