
Murkanya Alam: Murkanya Ibu yang Hanya Kita Ingat Sekali dalam Setahun
Oleh Dwi Scativana Isnaeni Kita menyebut alam murka, tetapi menolak menyebut diri kita durhaka. Kita menyebutnya murka alam. Banjir, longsor, kekeringan, panas ekstrem—semuanya kita




