Narsisme Guru Selfie (2)

Oleh Hamidulloh Ibda Pekan lalu, tulisan saya bertajuk Narsisme Guru Selfie (1) yang dimuat di rubrik ini saya jadikan status di WhatsApp, ternyata banyak direspon beberapa kawan, sahabat dan rekan dari berbagai elemen. Pertama, dari teman guru Ma’arif. Ia berkomentar “Jadi merenung”. Saya yakin, sebagai guru, beliau ini sadar, meski belum tahu harus berbuat apa […]
Narsisme Guru Selfie (1)

Oleh Hamidulloh Ibda Tahun kemarin, saya iseng ikut Lomba Artikel dan Karya Jurnalistik Tingkat Nasional 2018 yang digelar Kemdikbud RI. Lantaran jurinya mungkin ngantuk, saya dinobatkan sebagai Pemenang 1 alias Juara 1 Artikel Kategori Umum. Setelah berita dan foto saya upload di WhatsApp, ada teman guru komentar. “Selamat, Mas. Aku diwarai, Mas. Ben iso koyok […]
Ada ‘Tukang Kebun’ di Ma’arif (2)

Oleh Hamidulloh Ibda Saya mempunyai teman guru yang tugasnya melimpah ruah. Meski masih muda, namun ia juga tak luput dari sindrom mengeluh. Tidak hanya mengelola kelas, ia juga disibukkan di wilayah administratif, nyambi menjadi operator sekolah, tata usaha (TU), bahkan mewakili kepala sekolah lantaran kepala sekolahnya ‘tidak jalan’. Saya sendiri pernah bertanya, guru dengan TU bedane […]
Ada ‘Tukang Kebun’ di Ma’arif (1)

Oleh Hamidulloh Ibda Suatu ketika, Gus Dur pernah berpesan kepada Alissa Wahid saat mau kuliah. “Sak apik-apike kampus, nek awakmu ora apik, tetepo angel dadi wong apek. Sak elek-eleke kampus, nek awakmu apek, awakmu tetap bakal dadi apik,” kata Gus Dur pada Alissa yang diceritakan dalam suatu forum Maiyah di Jogjakarta pada 2012 silam. Dari […]
Pendidikan Karakter Keagamaan Lewat Pembiasaan Salat

Oleh Abdul Khalim, M.Pd Pembiasaan salat menjadi salah satu wahana membentuk karakter. Sri Narwanti (2011: 14) berpendapat, pendidikan karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter anak yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan maupun kebangsaan sehingga menjadi insan kamil. […]
