Semarang, Maarifnujateng.or.id – Penelitian disertasi Fakhruddin Karmani tidak hanya menawarkan model integrasi nilai, tetapi juga memberikan pesan strategis kepada pembuat kebijakan pendidikan nasional.
Dalam temuannya, integrasi nilai Islam Nusantara menjadi jembatan yang menghubungkan ajaran Islam dengan Pancasila dan kebhinekaan Indonesia tanpa menciptakan dikotomi antara agama dan negara. Hal ini menunjukkan pentingnya sinergi antara sistem pendidikan umum dan madrasah dalam satu visi kebangsaan.
Fakhruddin yang meneliti MAN 1 Blora, SMA NU Kradenan Blora, SMK NU Ungaran, dan MA NU Nurul Huda Mangkang, Kota Semarang, menemukan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka sangat dipengaruhi konteks sosial dan budaya masing-masing lembaga.
Pihaknya mendorong agar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama merumuskan tujuan pendidikan nasional secara lebih integratif. Menurutnya, nilai-nilai moderasi, toleransi, musyawarah, dan nasionalisme harus menjadi orientasi bersama dalam membentuk Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil ‘Alamin.
- Iklan -
“Kurikulum Merdeka harus dipahami sebagai ruang aktualisasi nilai keislaman yang kontekstual dan kebangsaan yang kokoh,” demikian salah satu simpulan penting dalam disertasinya.
Fakhruddin resmi mendapatkan gelar doktor dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor pada Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang yang digelar Rabu, 25 Februari 2026, di Ruang Theater Fakultas Kedokteran Kampus 2 Unwahas, Semarang. (*)



