CINTA DI POJOK KENANGAN

“akankah balutan cinta pada akhirnya sebuah kenangan?”

petang di samping alun alun kota

ada bahagia bergelora

bumi mina tani

jadi saksi dua hari

saling memahami dan mengerti

ornamen ornamen bunga matahari

seakan memahami

ke dua hati

saban senja

ada saja cerita

antara kita

meja samping tangga

lantai dua

tertulis kenangan kenangan

saling menganga

“meja ini jadi saksi

dua hari saling mengerti”

dua jam bercerita apa saja

dengan alunan musik klasik

dan ternyata kita saling tertarik

KUE ULANG TAHUN

“tak ada istimewa

dihari bertambahnya usia”

kue ulang tahun

bercorak bunga matahari

aku siapkan hari ini

hiasa lilin berangka

dua puluh empat tahun

kau merenda bahagia

“selamat bertambah usia”

dari doa doa

terlahir yang punya cinta

semoga

kau dan aku bahagia

dalam cinta

MEJA DEKAT TANGGA

“kita bertemu di tempat biasa”

ada peristiwa

membuat tergesa gesa

perihal apa saja

kemarilah

kita duduk berdua di satu meja

samping tangga

“hari hari berlari

kita telah sedekat ini”

cerita cerita pertama kali

perlu di putar kembali

yang tersimpan di memori

dari sederhana kita memulai cerita

tentang bahagia di setiap senja

ada tanya

akankah cinta ini

tercatat di surga?

DEKAT ALUN ALUN KOTA

sebagian orang menyebutnya

cafe Pojok Kenangan

berlantai dua

selaras ketika menikmati senja ditengah kota

suara deru kendaraan

dengan beraneka ragam tujuan

“satu kopi latte dan jus alpukat”

di sini sambil menikmati ramainya kota

kita saling melepas rindu

dan pernah

kita saling menahan marah

karena dua hari saling resah

dari diam

dari hari ke hati

kita memahami

arti cinta hari ini

CAFE POJOK KENANGAN

mengenang

sebuah pertemuan

melepas kerinduan

memadu cinta kedepan

pada sebuah perbincangan

tentang kebahagiaan

Niam At Majha, Pecinta Buku, Buku Puisinya Nostalgi dan Melankoli (2018) Kasidah-Kasidah Muhammad (2025)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *