MENDENGAR KHOTBAH 

Seorang khotib melangkah
ke mimbar yang hening
Menggugah kesunyian jemaat 
Menyentuh jiwa dan membukakan mata
Sebuah gagasan mengalir di sana

Pandangan mengulur kagum
Bagai mau masuk pintu-pintu kebahagiaan
Firdaus dan taman yang bagus

Sebelum ia turun dari tangga
Semua mesti diam
ditingkah madah
:
firman dan sabda 

Indramayu, 2020

SAJAK SALAT

Bahkan dalam sehari semalam
Menuju jalan kekhusyukan
Dahi mencium tanah yang kudus
Yang nyusup ke kalbu
Pada doa
Sebagai sari ibadat

Indramayu, 2020

MENGAJI

Dengan terbata-bata pada kata
Aku mengaji
Langkah pertama membaca kalam

Di mana cahaya
Membuka pintu bagi hamba

Indramayu, 2020

SURGA BAGI BEDINDE

Tuannya mendadak saleh sebulan ini
Katanya, ingin berpuasa selama Ramadan

Sementara seorang bedinde di rumahnya
Dibiarkan terus bekerja
Dia memasak
Dia mencuci
Dia menyapu
Mengerjakan pula semua pekerjaan lainnya

Ketika menjelang lebaran, dia cuma dapat gajian dan THR
—yang tak seberapa, tak cukup untuk keluarganya
Sedangkan puasanya tak pernah penuh

Bagaimana membayar fidiah dan fitrah
Bagaimana pula mendapat surga

Indramayu, 2020

BUNGA PARA MALAIKAT

Sekuntum udumbara melayang dari surga,
rebah di taman
Bunga para malaikat, semerbak dikecup mesra
Bibir-bibir yang berzikir
yang basah dan tiada resah

Di perjumpaannya, tangkai-tangkai memeluk
Jiwa yang merunduk

Indramayu, 2020

*Faris Al Faisal, lahir dan berdikari d(ar)i Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Bergiat di Komite Sastra, Dewan Kesenian Indramayu (DKI) dan Lembaga Kebudayaan Indramayu (LKI). Namanya masuk buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia” Yayasan Hari Puisi. Pada “World Poetry Day March 21” menuntaskan 1 Jam Baca Puisi Dunia di Gedung Kesenian Mama Soegra Dewan Kesenian Indramayu (2021). Puisinya mendapat Hadiah Penghargaan dalam Sayembara Menulis Puisi Islam ASEAN Sempena Mahrajan Persuratan dan Kesenian Islam Nusantara ke-9 Tahun 2020 di Membakut, Sabah, Malaysia, Juara 1 Lomba Cipta Puisi Anugerah RD. Dewi Sartika dan mendapat Piala bergilir Anugerah RD. Dewi Sartika, Bandung (2019), mendapatkan juga Anugerah “Puisi Umum Terbaik” Disparbud DKI 2019 dalam Perayaan 7 Tahun Hari Puisi Indonesia Yayasan Hari Puisi, dan pernah Juara 1 Lomba Cipta Puisi Kategori Umum Tingkat Asia Tenggara Pekan Bahasa dan Sastra 2018 Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Tersiar pula puisi-puisinya di surat kabar Indonesia dan Malaysia. Buku puisi keduanya “Dari Lubuk Cimanuk ke Muara Kerinduan ke Laut Impian” penerbit Rumah Pustaka (2018).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *