JARAK LEBARAN 1

petang mengulang takbiran
menggoreng telur, menyiapkan sup ikan
lampu melengkapan cahaya ruang
ruang tamu lebih banyak bisu
tak perlu menunggu kau pulang
taplak meja mengeluarkan bau
biskuit kaleng
kadang kadang pikiran kangen
kamu, hanya karena ini lebaran


JARAK LEBARAN 2

jam yang siang
capung menyeberang pekarangan
sendiri di rumah


KENANGAN SURAU TUA YANG SEPERTI KEHILANGAN BULAN PUASA

karpet beku
bekas basah
sisa deras hujan
cat di dinding, berangsur
memencar pudar
sendirian baca tadarus, diterpa kipas angin tua


ISENG-ISENG MENULIS CAPTION Di INSTRAGRAM

“Vivi desarrollando la dicha y el dolor-Lavina Ilena”
_Pablo Neruda

mall mengingatkannya pada banyak kenangan lama. Cinta yang bertepuk sebelah tangan cara kekasihnya mencium bau soft drink kemasan. Sementara ia duduk bersama film drama.
Ia benar benar tidak pernah sepakat dengan kalimat penyair Neruda -kesepian dan percakapan milik bersama.


ZEN, SENJA Di BIRKENAU

di kamp Auschwitz-Birkenau
hantu hantu berdengungan
membayangkan hangusnya kemarin

di jalur rel kereta
kematian memanjang
ia hanya ingin sedikit
menaburkan sutra
doa keheningan
ke logam pipa pipa tua

jubah kematian
disangganya dalam dingin
salju turun satu satu

di pintu masuk Birkenau
kesedihan adalah kuburan


Biodata Penyair:
Puji Pistols, Peracik Kopi tinggal di Pati, Buku Puisinya “Tokoh Tokoh dalam Sepuluh Lompatan” Penerbit Basa Basi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *