ArtikelOpini

Eksistensi Pendidikan Vs Pandemi Corona

Bagikan:

Oleh Abdul Aziz

Penduduk bumi dihebohkan dengan munculnya COVID 19 (corona Virus disease) atau biasa disebut virus Corona. Sebagaimana diketahui, virus Corona pertama kali merebak di Wuhan, Provinsi Hubei, China, pada Desember 2019 dan sekarang virus ini sudah menyebar dengan cepat ke berbagai negara. Hingga kini, ada 93 negara yang telah mengonfirmasi kasus positif Covid-19 di negaranya termasuk Indonesia. (Kompas.com – 07/03/2020)

WHO (World Health Organization) sebagai organisasi kesehatan dunia menyatakan wabah corona sebagai pandemi global, hal ini bisa dilihat dari cepatnya penyebaran virus dan banyaknya korban meninggal dunia. penyebaran global per 15 Maret 2020 Total kasus yang dipastikan terpapar Corona berjumlah 156.367 Total kematian 5.833 (BBC-15/3/2020)

Di Indonesia sendiri penyebaran virus ini cenderung meningkat, bermula dari dua warga Depok, Jawa Barat, menjadi pasien pertama di Indonesia yang positif terinfeksi Covid-19 pada tanggal 3/3/2020, hingga kabar terbaru Minggu (15/3/2020) pukul 11.30 WIB, dari keterangan juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, sudah ada 96 orang yang positif COVID-19 di Indonesia. (Detik.com-15/3/2020).

Efek yang diakibatkan dari COVID 19 juga tidak bisa dianggap remeh, selain masalah kesehatan, berbagai lini kehidupan juga ikut terkena imbas dari penyebaran COVID 19 ini. Sebagaimana diberitakan diberbagai kota di dunia sudah ada yang menerapkan lockdown untuk menangkal penyebaran COVID 19 tentunya ini akan menyebabkan laju perekonomian akan terhambat.

Tidak hanya itu, dunia pendidikan juga ikut terkena efek dari masifnya penyebaran COVID 19 ini, beberapa pimpinan daerah sudah mengintruksikan kepada jajarannya untuk meliburkan kegiatan belajar di sekolah terhitung mulai senin 16/3/2020 sampai 27/3/2020 diganti dengan belajar di rumah atau belajar online hal ini bertujuan untuk menghentikan laju penyebaran COVID 19.

Pembelajaran Online

Sebelum adanya kasus ini, pembelajaran berbasis online sebenarnya sudah ada, baik itu dilembaga pendidikan maupun bimbel (bimbingan belajar), pada faktanya pembelajaran berbasis online ini memang memberi manfaat, seperti materi pembelajaran lebih up to date, waktu yang fleksibel dan juga bisa dilaksanakan di mana saja, ini yang menjadikan metode pembelajaran online semakin digandrungi oleh orangtua murid yang menginginkan kemudahan dalam belajar.

Untuk saat ini pembelajaran berbasis online adalah solusi yang tepat digunakan, pasalnya dengan pembelajaran ini setiap individu bisa belajar tanpa keluar rumah dan ini tentunya meminimalisir penyebaran COVID 19. Namun dalam beberapa hal/pelajaran metode pembelajaran berbasis online ini tidak bisa diterapkan seperti, pembelajaran Alquran dan sejenisnya karena perlu adanya talaqqi langsung dengan sang guru.

Dalam prosesnya, apabila pembelajaran online ini diterapkan permanen, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait pembelajaran tersebut diantaranya adalah psikologi atau kejiwaan peserta didik yang nantinya akan menjadi lebih individualis atau menjadi skeptis bahkan apatis.

Pendidikan Sepanjang Hayat

Manusia adalah makhluk yang tumbuh dan berkembang yang selalu ingin mencapai suatu kehidupan yang optimal, selama manusia berusaha untuk meningkatkan kehidupannya, baik dalam meningkatkan pengetahuan, kepribadian, maupun keterampilannya secara sadar atau tidak sadar maka selama itu pula pendidikan masih berjalan terus.

Meskipun ada instruksi untuk belajar di rumah, baik dari pemerintah maupun pemda namun pada hakikatnya proses belajar harus tetap berjalan sebagaimana hadits nabi “utlubul ilma minal mahdi ilal lakhdi” tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat. Dengan demikian tidak ada alasan untuk tidak belajar dalam kondisi apapun meskipun wabah sedang melanda, yang perlu diperhatikan adalah tetap waspada dan mencari metode yang aman untuk belajar.

Di era revolusi industri 4.0 seperti ini, mencari solusi mengenai metode pembelajaran yang pas di tengah wabah COVID 19 yang sedang menghantui kehidupan tidaklah sulit, kecanggihan teknologi bisa diandalkan untuk mewujudkan proses pembelajaran tetap berlangsung. Proses pembelajaran maupun pemberian tugas tidak harus dilakukan di dalam kelas namun bisa dilakukan jarak jauh dengan menggunakan aplikasi yang tersedia.

Pendidikan dalam Islam mempunyai posisi yang tinggi, sebagaimana diterangkan dalam QS. Mujadalah. 58:11 Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan begitu juga dengan hadits Nabi yang mengatakan bahwa “mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim dan muslimat”. Oleh karena itu setiap muslim wajib menyibukan diri dalam urusan keilmuan, kapanpun dan di manapun.

Pandemi Corona bukan alasan untuk berhenti belajar tapi bagaimana menciptakan inovasi-inovasi terbaru dalam pembelajaran yang dapat membantu manusia untuk terus belajar dalam keadaan yang sulit. Semoga!

-Penulis adalah Praktisi Pendidikan di Jakarta Barat

Bagikan:

Tinggalkan Balasan