ArtikelOpini

Guru, dan Bayang-bayang Masuk Surga

Bagikan:

Oleh Abdul Aziz

Belakangan ini Netizen dibuat heboh oleh pernyataan Mendikbud Muhadjir Efendi yang mengatakan “Syukuri dulu nikmati yang ada, nanti masuk surga.” Pernyataan itu terlontar saat Muhadjir memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Guru Internasional 2019 di Graha Utama Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan (Detik.com/10/9/2019).

Jika disimak, pernyataan itu sebenarnya bukan bermaksud menghina atau merendahkan, justru Muhadjir memuji para guru honorer tersebut. Karena pernyataan itu disampaikan di hadapan para guru yang hadir mengikuti peringatan tersebut.

Berikut adalah pernyataan pujian kepada guru yang disampaikan Muhadjir “Karena itu menurut saya orang yang paling beruntung itu sebetulnya guru. Karena dia mengajarkan moral dan pengetahuan ke siswanya, dan siswanya ini akan mengajarkan ke anaknya. Maka guru itu akan mendapatkan kiriman pahala. Saya agak yakin, bahwa orang yang pertama masuk surga itu adalah guru. Kalau sekarang gajinya sedikit, apalagi guru honorer, nikmati saja, nanti masuk surga.” Pernyataan tersebut justru disambut dengan tepuk tangan oleh para guru yang hadir pada acara itu. Lalu dia mengingatkan guru juga bisa menghasilkan dosa (Detik.com, 10/9/2019).

Hari guru sedunia diperingati pada tanggal 5 Oktober, hal ini menunjukan penghormatan yang besar dan rasa terimakasih terhadap guru-guru di seluruh dunia. Menurut UU No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, pengertian guru adalah tenaga pendidik profesional yang memiliki tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Kalau melihat dari definisi tersebut tugas guru tidaklah mudah dan bahkan sangat berat maka tidak heran kalau guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Gaji Kecil
Pernah suatu ketika saya melihat motivator memotivasi semangat belajar anak-anak SD yang mau melaksanakan UN, dalam kegiatan tersebut dia menanyakan siapa yang mau jadi Pilot? Banyak anak yang tunjuk jari, kemudian dia menanyakan lagi, siapa yang mau jadi dokter? Anak-anak banyak yang tunjuk jari, nah ketika dia bertanya siapa yang mau jadi guru? Tidak banyak anak yang tunjuk jari hanya ada satu dua yang tunjuk jari. Ini menunjukan bahwa profesi guru tidak begitu diminati oleh beberapa generasi penerus kita, mungkin salah satunya adalah karena gajinya kecil.

Begitupun ketika saya bertemu dengan teman saya yang lulusan Sarjana Ekonomi, dia mengatakan kalau mau kaya jangan jadi guru, entah apa yang dia pikirkan, mungkin juga sama persepsinya bahwa jadi guru itu gajinya kecil.

Lantas, berapa gaji guru saat ini. Berdasarkan catatan detikcom, ada guru honorer yang hanya dibayar Rp 150.000-200.000 sampai Rp 200.000-300.000 sebulan. Sementara untuk gaji guru pns, mulai dari golongan III (III/a) gaji terendah sebesar Rp 2.579.400, dan tertinggi (III/d) sebesar Rp 4.797.000. Sedangkan gaji PNS golongan IV terendah (IV/a) sebesar Rp 3.044.300, dan tertinggi (IV/e) sebesar Rp 5.901.200. Memang, masih ada tunjangan yang bisa didapatkan oleh guru selain gaji yang diperoleh setiap bulannya (Detik.com, 7/10/2019)

Selain guru honorer, ada juga guru Madrasah maupun swasta yang gajinya juga tidak jauh beda dengan guru honorer. Guru Madrasah atau Swasta biasanya hanya mengandalkan bayaran dari uang SPP murid atau dari yayasan sekolah tersebut yang tidak menutup kemungkinan harus terlambat gajian.

Meskipun demikian, guru-guru tersebut masih tetap hidup dan setia mengajarkan ilmunya kepada murid-murid. Begitu juga dengan fakultas pendidikan dan keguruan yang jumlahnya tidak kalah banyak dengan fakultas yang lain seperti Ekonomi, Fisip maupun lainya. Hal ini menunjukan bahwa, meskipun bergaji kecil namun profesi guru tetap diminati.

Pahala yang Terus Mengalir
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah: “Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa baginya.”

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ilmu bermanfaat itu? Mungkin saja ada beragam jawaban atas pertanyaan itu. Tetapi intinya adalah ilmu yang bisa memberikan manfaat kepada diri sendiri maupun orang lain untuk mencapai keselamatan dunia dan akhirat.

Menurut Jamaluddin (1978:1) Guru adalah pendidik, orang dewasa yang bertanggung jawab untuk memberikan bimbingan atau bantuan kepada siswa dalam pengembangan tubuh dan jiwa untuk mencapai kematangan, mampu berdiri sendiri dapat melaksanakan tugasnya sebagai khalifah Allah di muka bumi, sebagai makhluk sosial dan individu yang mampu berdiri sendiri. Dengan demikian menjadi guru adalah salah satu jalan untuk menjadikan ilmu kita bermanfaat untuk sesama.

Ketika guru mengajarkan kebaikan kepada muridnya dan kemudian murid tersebut melakukanya, maka guru tersebut akan mendapatkan pahala dari kebaikan yang dilakukan muridnya, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim].

Hadits diatas menunjukan bahwa guru mempunyai kedudukan yang istimewa dihadapan Tuhan, seandainya guru-guru menyadari akan keutamaan seorang guru maka tidak ada yang demo dan teriak-teriak minta gaji besar. Karena hakikatnya gaji yang diberikan Tuhan di akhirat jauh lebih besar.

Namun dalam kontek sebagai warga Negara maka sah-sah saja kita menuntut kesejahteraan kepada pemerintah sebagaimana yang telah diatur dalam undang-undang. Semoga pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru menjadi lebih baik lagi. Amin.

Penulis adalah guru dan penulis buku “I am A Teacher”

Bagikan:

Tinggalkan Balasan