ArtikelOpiniRekomendasi

Berhala Manusia Modern

Ketua LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah

Oleh R. Andi Irawan, M.Ag.

Abad modern merupakan era industrialisasi dan era teknologi komunikasi. Era ini ditandai dengan munculnya berbagai alat yang canggih menggantikan tenaga manusia dalam bekerja. Pada era pertanian, manusia mengerjakan pekerjaannya menggunakan tenaga sendiri dan dibantu oleh jasa hewan, seperti kuda, unta, sapi, keledai dan sebagainya. Pada era ini manusia sebagai tumpuan dalam menciptakan berbagai produk yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup. Sedangkan zaman modern tenaga manusia sudah mulai berkurang digunakan untuk menggarap suatu pekerjaan. Hampir semua bidang pekerjaan saat ini telah menggunakan alat-alat canggih untuk proses produksi. Manusia hanya sebagai konseptor dan tenaga selingan.

Selain industralisasi, saat ini dunia telah dianugerahi perkembangan teknologi informasi yang sungguh mengagumkan. Saat ini semua manusia hampir bisa mengetahui informasi di berbagai manca negara dengan melalui televisi, radio, dan internet. Hal ini tidak hanya terjadi di perkotaan, tapi telah merambah masuk ke berbagai pelosok desa. Alat komunikasi seperti hp dan android telah memberikan berbagai fasilitas untuk melakukan komunikasi dan hiburan, misalnya Facebook, WhatsApp, BBM, Line, Instagram, Blog, Website dan media sosial lainnya. Rasanya saat ini tidak ada sekat antara yang berada di daerah jauh dengan yang ada di sini. Semua terasa mudah dalam melakukan komunikasi dan silaturahmi.

Perkembangan teknologi informasi membawa segudang kemudahan bagi manusia dalam hal komunikasi, namun perkembangan yang sedemikian pesatnya juga membawa ekses-ekses negatif bagi kehidupan manusia modern dalam kehidupan sehari-hari. Di antara problem yang dihadapi adalah mengecambahnya praktik atau penggunaan media sosial untuk media atau instrumen menipu orang, membuka rahasia pribadi dan keluarga, perselingkuhan, menyebarkan paham radikal, menyebarkan film-film porno, sampai problem dimana manusia terbatasi komunikasi sosial secara langsung, karena semuanya lewat dunia maya.

Selain itu kegiatan-kegiatan relegius juga mengalami penurunan, karena hampir semua orang sibuk menggunakan gadgetnya. Mulai dari orang tua, anak remaja, hingga anak-anak. Bagaimana tidak, melalui benda mungil tersebut masyarakat bisa mencari apa saja dan menikmati berbagai fasilitas yang menyenangkan. Ruang-ruang sosial hampir lenyap karena perkembangan teknologi ini. Mereka sibuk dengan ruang privasinya sendiri. Di rumah, di kantor, di sekolahan, di tempat kerja, di jalan, dan dimana pun mereka sibuk memainkan benda mungil ini.

Bahkan seharian penuh mereka merasa asyik dan betah menggunakan benda ini. Padahal, secara tidak disadari perilaku demikian menjadikan kesibukan-kesibukan yang bermanfaat menjadi berkurang karena digantikan dengan kesibukan-kesibukan yang tidak berguna. Mereka lebih asyik memilih bermain gadget dari pada sibuk membaca buku atau menulis, membaca Alquran, berzikir, berdiskusi, beribadah, dan melakukan aktivitas lainnya yang bermanfaat secara individu dan sosial.

Bisa dikatan teknologi komunikasi detik ini telah menjadi barang dan berhala sesembahan masyarakat modern yang mampu menyihir pikiran, hati, pikiran dan perhatian mereka hanya untuk mengakses dan berkomunikasi dengannya. Waktu dan kesempatan luwang mereka dicurahkan hanya untuk bermesrah-mesrahan dengan berhala tersebut. Di mana pun mereka berada hati dan pikirannya selalu ingat dan membawanya.

Bahkan ketika beribadah mereka membawanya. Ketika hendak tidur dan bangun tidur mereka memainkannya. Ketika sedang bekerja mereka tak luput menyapanya. Ketika anak-anak sekolah menuntut ilmu disibukkan dengan pesan-pesan dan permainan yang membodohkannya. Artinya di setiap waktu hidup mereka tergantung pada berhala tersebut. Tak ada waktu sedikit pun bisa terpisah dengannya.

Kemudian dimanakah keberadaan Tuhan ditempatkan? Bukankah ini merupakan kekufuran yang tidak disadari? Dan Allah dalam surat al-Kafirun telah mengingatkan bahwa jika kita tidak menyembah dan beribadah kepada Allah berarti kita kufur. Apa pun yang menyibukkan diri kita dari Allah sehingga menjadikan diri kita berpaling dari-Nya adalah tindakan kufur. Bukankah perkembangan teknologi komunikasi menjadikan kita sibuk sehingga kita banyak berpaling darinya?

Karena itu, seyogyanya kita menyadari bahwa kemajuan teknologi merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Kemajuan ini merupakan sunnatullah di muka bumi yang Allah ciptakan melalui kreatifitas dan inovasi manusia. Tujuan dari kemajuan inia adalah agar umat manusia dimudahkan dalam merealisasikan hajat hidupnya dan semua kegiatan atau aktifitasnya berjalan secara efektif dan efisien. Memang kemajuan teknologi memberikan kontribusi positif kepada umat manusia saat ini. kemajuan itu bisa digunakan untuk melakukan berbagai macam kebaikan individu maupun kebaikan sosial.

Namun, harus juga kita sadari bahwa kemajuan tersebut jangan sampai memperbudak diri kita, menyihir kesadaran kemanuisaan kita, dan memalingkan kita dari Allah, dan dari melakukan kegiatan-kegitan positif. Jangan lantas hampir seluruh waktu kita dan perhatian kita kita curahkan hanya untuk mengoprasionalkan berhala-berhala modern tersebut. Jangan sampai menjadikan kita melakukan hal-hal yang tidak etis dan kriminil, seperti menipu orang melalui media massa, menikmati pertunjukan yang tidak senonoh, menyebarkan dan menfitnah orang lain, membuka aib diri sendiri dan keluarga, menyebarkan pemikiran yang menyesatkan, memperlihatkan kemolekan dan kecantikan, memamerkan kemewahan dan kehebatan yang didasari dengan keriyaan dan keujuban.

Jangan sampai kita meninggalkan ruang-ruang sosial yang membutuhkan kontak langsung, seperti berkomunikasi dengan keluarga, tetangga, teman, dan masyarakat dimana hal itu membutuhkan kehadiran diri kita secara langsung. Berkomunikasi melalui dunia maya tentu memberikan kesan dan cita rasa yang berbeda jika dibandingkan dengan komunikasi secara langsung.

Saya kira banyak hal-hal positif yang dapat kita lakukan melalui kemajuan teknologi komunikasi ini. Dengan kemjuan ini kita bia gunakan berbagai aplikasi, seperti Website, Blog, FB, WA, BBM, dan lainnya untuk melakukan aktifitas dan kegiatan yang bermanfaat baik untuk diri kita sendiri amupun untuk banyak orang. Dengan media-media ini kita bisa melakukan dakwah keagamaan dengan tulisan-tulisan yang menginspirasi, melakukan edukasi kepada masyarakat, melakukan jualbeli yang jujur, melakukan proposi kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, membuat gerakan-gerakan berupa petisi sebagai kotrol sosial, sebagai media komunikasi dan silaturahmi dengan keluarga, teman dan masyarakat, dan masih banyak manfaat lainnya.

Dari itu semua intinya adalah kita harus cerdas dalam memahami kemajuan teknologi komunikasi dan dalam menggunkannya. Setiap kemajuan pasti membawa dan memiliki dua konskuensi, positif dan negatif. Dengan demikian, jangan sampai kemajuan yang ada ini menjadikan kita lalai dengan status kita sebagai hamba Allah yang harus senantiasa beribadah kepada-Nya, dan lalai dari tanggung jawab kita sebagai manusia sosial dan makhluk yang paling mulia untuk selalu berbuat kebaikan dan menebar kemanfaatan. Kemajuan teknologi komunikasi jangan sampai menjadikan diri kita tersihir olehnya, sehingga kita menjadikannya sebagai berhala sesembahan di setiap waktu. Dengan demikian, kita tidak termasuk orang yang kufur dan menyekutukannya.

-Penulis adalah Ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan