Berita

Buka Bersama Ala Siswi Ma Al-Maruf Candisari Demak

Maarifnujateng.or.id – Ngabuburit biasanya identik menghabiskan waktu menunggu datangnya waktu berbuka puasa. Beragam cara dilakukan menunggu datangnya kumandang adzan magrib. Ada yang memanfaatkan tersebut dengan nongkrong dikeramaian, menikmati pemandangan alam, maupun menyelenggarakan acara buka bersama.

Para siswi yang tergabung dalam organisasi OSIS MA Al-Maruf candisari Demak juga mengelar acara ngabuburit bersama. Namun dengan kemasan yang berbeda yakni mereka melaksanakan ngabuburit literasi.

Dihadiri dua puluh satu peserta siswi MA Al Maruf Candisari Demak mengikuti pelatihan literasi dengan materi kepenulisan dasar. Bertempat di kediaman Ibu Amik yang saat ini sebagai Waka Kesiswaan. Acara dipandu Wakil Kepala Sekolah MA AL Maruf Candisai MH Rahmat, Selasa (21/5)

MH Rahmat mengatakan biasanya buka bersama selalu diisi dengan acara-acara keagamaan seperti ceramah maupun istighosah namun kali ini MA Al Maruf mengemasnya dengan cara lain.

“Kemasannya berupa kegiatan literasi berupa worksop kepenulisan tingkat dasar yang memiliki tujuan memotivasi agar gemar membaca dan menulis serta dapat membuat karya kepanulisan. Baik penulisan cerpen, puisi, maupun artikel dan pemberitaan,” lanjutnya

Workshop dipandu Lukni Maulana Pengasuh Padepokan Langgart Kota Semarang, masih aktif sebagai pimpinan redaksi Majalah Hany dan saat ini juga sebagai pengurus Lembaga Seni Budaya Muslimin (LESBUMI) NU Jawa Tengah.

“Sejatinya setiap manusia memiliki potensi untuk bisa menulis tinggal bagaimana mengasahnya. Pemberian materi hanya sebagai dasar peganggan, karena sesungguhnya teori dipelajari untuk dilupakan,” tuturnya

“Seperti layaknya kita belajar naik kendaraan, kita belajar bagaimana teori supaya bisa menaiki kendaraan tersebut. setelah kita bisa menaiki kendaraan tersebut, tanpa sepengetahuan kita sudah melupakan teorinya,” pungkasnya

Para peserta tidak hanya diajari dengan teori-teori namun juga praktek dalam kepenulisan. Setelah diparaktekan ternyata para peserta mampu menghasilkan karya berupa tulisan meski dibatasi waktu selama dua puluh menit. Beragam model tulisan dapat terlahir, ada yang menulis puisi, cerpen, liputan berita, maupun artikel.

Tinggalkan Balasan