Strategi Menghindari Jurnal Scopus Predator

Oleh Hamidulloh Ibda Sejumlah kolega dosen sering bertanya soal predatory journals atau jurnal predator. Selain tidak terpakai untuk kenaikan jabatan fungsional dosen, jurnal predator tidak laku juga untuk luaran riset dan syarat kelulusan bagi mahasiswa jenjang S2/S3. Maka bagi akademisi, jurnal predator ini sangat berbahaya seperti namanya sendiri, predator. Sebutan untuk hewan yang memangsa hewan […]
Strategi Lulus Kuliah Sarjana Cepat

Oleh Hamidulloh Ibda Menurut Anda, ada berapa tipe mahasiswa dalam kelulusan? Ya, hemat saya ada tiga tipe mahasiswa dalam kategori kelulusan. Pertama, lulus cepat dan tepat waktu. Entah nanti dia setelah lulus nganggur atau bekerja. Kedua, lulus lama. Tipe ini, mitosnya sering terjadi pada aktivis. Entah benar atau tidak. Ketiga, mengalir tidak jelas pilihannya. Tipe […]
Urgensi Pedagogi Digital

Oleh Hamidulloh Ibda Pada perkuliahan doktoral saya tahun lalu, ada tema menarik yang masih jarang dikaji. Ya, ini soal pedagogi digital. Saya cek di sejumlah database dan pengindeks ternyata memang masih sedikit, baik itu di Scopus, WoS, Google Scholar, maupun ScienceDirect.com. Sebagai peneliti, saya menilai ini memang tema yang masih jarang, sangat jarang sekali. Hal […]
Grup WhatsApp Joki Scopus

Oleh Hamidulloh Ibda Sekira pukul 13.44 WIB, Ahad 23 Maret 2023, WhatsApp saya menerima pesan dari kawan dosen. Pesan tersebut bukan teks biasa semacam undangan rapat, diskusi, atau surat permohonan narasumber, melainkan url undangan grup WhatsApp. “Grup apa maneh iki?” dalam hati saya. Karena saya anggap penting, akhirnya masuklah saya di grup WA tersebut dengan […]
Apa dan Mengapa Harus Jurnal Scopus?

Oleh Hamidulloh Ibda Saya mengenal Scopus, paling tidak mendengar kata Scopus sejak 2017 lalu. Sampai 2020, saya tidak berani menulis ke jurnal yang terindeks Scopus. Ya, alasannya “tak nggo ngopo? Aku kan belum naik jabatan fungsional ke Lektor Kepala atau Guru Besar?” pikir saya singkat kala itu. Namun ketika sudah duduk di bangku S3, pada […]
Sastra dan Sastrawan Siber

Oleh Hamidulloh Ibda Saya beberapa waktu lalu melakukan diskusi kecil dengan kawan sastrawan. “La mereka yang tidak pernah mengenal koran cetak, majalah cetak, dan karya sastra mereka dimuat di sana apakah layak disebut sastrawan ketika karya sastranya hanya dimuat di medsos?” demikian tanya saya. Teman tersebut menjawab “ya, sah-sah saja dia mengklaim diri sebagai sastrawan. […]