Pelatihan Asesor LSP P2 Ma’arif NU Jateng Siapkan SDM Profesional dan Kompeten

Semarang, Maarifnujateng.or.id— Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kedua (LSP P2) Ma’arif NU Jawa Tengah menyelenggarakan Pelatihan Asesor Kompetensi pada tanggal 28 Oktober hingga 1 November 2025 di Hotel Siliwangi, Semarang. Kegiatan ini diikuti 36 peserta dari berbagai satuan pendidikan dan lembaga di bawah naungan LP Ma’arif NU se-Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak asesor-asesor baru […]
Kami Santri Antidiskriminasi: Edukasi Nilai Tarbiyah Pesantren

Oleh; Tarmidzi Ansory* Belum kering duka cita yang sangat mendalam atas musibah yang terjadi di pondok pesantren Al Khoziny, kini tepat menjelang perayaan hari santri nasional, insan pesantren diberikan kado sangat pahit yang tidak beretika dan tidak berlandaskan fakta, oleh salah satu televisi nasional negara kita tercinta. Program tayangan Xpose Uncensored TRANS7 tertanggal 13 Oktober […]
Dilema Guru: Antara Menjemput Rezeki dan Mengabdi Sepenuh Hati

Tanggapan atas Pernyataan Menteri Agama dari Sudut Pandang Guru Madrasah Oleh: Evie Yunianti Beberapa waktu lalu, publik dibuat heboh dengan pernyataan Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar dalam sebuah sambutan. Beliau menyebut, “Kalau mau cari uang, jangan jadi guru.” Sekilas kalimat ini terdengar menyinggung banyak guru yang setiap hari berjuang mendidik generasi bangsa. Namun, jika […]
Di Semarang, Ketua PWNU Jateng Buka Resepsi Puncak Rangkaian Hari Santri 2025

2. Gus Rozin: Santri Harus Menjadi Pelopor Pertanian dan Kemandirian Ekonomi 3. Dari Pendidikan hingga Pertanian, PWNU Jateng Hadirkan Makna Substantif Hari Santri 2025 SEMARANG – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin mengajak seluruh warga nahdliyin untuk menjadikan Hari Santri 2025 sebagai momentum memperkuat prestasi, bukan sekadar euforia […]
Santri dan Zaman yang Bergerak: Masihkah Mereka Hanya Diam di Pojok Pesantren?

Oleh Dwi Scativana Isnaeni Sudah satu dekade bangsa Indonesia memperingati Hari Santri. Namun di tengah gegap gempita perayaan dan deretan upacara yang rutin, pertanyaan ini seolah tak pernah tuntas dijawab: apakah Hari Santri masih menjadi momentum reflektif untuk meneguhkan nilai perjuangan, atau sekadar seremoni tahunan yang kehilangan makna? Pertanyaan itu membawa kita kembali ke akar […]
Geng Solo dan Termul: Antara Eufemisme dan Disfemisme

Oleh Hamidulloh Ibda Dari sudut pandang linguistik, istilah “Geng Solo” dan “Termul” merupakan contoh bagaimana bahasa berfungsi sebagai alat kritik sosial dan politik. Menurut Allan dan Burridge (1991) dalam Euphemism and Dysphemism: Language Used as Shield and Weapon, eufemisme digunakan untuk memperhalus makna, sedangkan disfemisme digunakan untuk memperkasar atau merendahkan. Keduanya kerap muncul dalam wacana […]