Menguatkan Jatidiri Keindonesiaan melalui Sejarah Lokal

*)Oleh; Tjahjono Widarmanto Setiap komunitas, etnis, bangsa atau suku bangsa secara dialektis mengalami proses perkembangan masing-masing. Proses perkembangan masing-masing komunitas, etnik, bangsa atau suku bangsa itu sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor itu antara lain faktor geografis, kultur, kebiasaan, dan tradisi. Sejarah menjadi sangat penting bagi manusia karena merupakan perspektif kesadaran manusia dalam dimensi kesadaran […]
Cinta NU Bukan Sekadar Mengikuti Namun Harus Ada Bukti

Oleh Idammatussilmi Tidak dipungkiri, banjir arus globalisasi yang telah melanda Indonesia mengakibatkan terkikisnya identitas bangsa. Masyarakat lebih bangga, lebih percaya diri, dengan identitas ala budaya luar yang terus menghampiri. Gaya hidup, cara berkomunikasi, fashion dan moral yang semakin berubah, menjadi sebuah tantangan bagi bangsa. Namun, yang sangat ironi perubahan-perubahan tersebut akan berdampak pada aspek agama. […]
Mewarisi Gen Pluralisme Gus Dur

Oleh: Suwanto Kalau kita telusuri rimba muara pemikiran Gus Dur, kita akan mendapati banyak sekali prinsip pluralisme, di antaranya terkait toleransi. Bapak bangsa ini menganggap bahwa, kita sebagai bangsa yang hidup di negeri bhinneka wajib saling menghormati dan menghargai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menghormati perbedaan dan kemajemukan yang ada di Indonesia adalah sikap yang […]
Metodologi Sufistik Pesantren

Oleh : Saiful Bahri Pesantren di Indonesia menjadi dambaan yang fundamental di dalam menata kehidupan umat beragama. Baik dari segi proses kegiatan belajar mengajar maupun metode pembelajaran yang sama sekali tidak meninggalkan tradisi lama namun mengapresiasi perubahan-perubahan metode baru. Generasi emas bukan mereka-mereka yang selalu teguh pada nilai adat kuno, tapi mereka-mereka yang kaya akan […]
IPNU-IPPNU dan Kepekaan Sosial

Oleh Siti Chalimatus Sakdiyyah Bicara Indonesia bicara juga manusianya. Bicara manusia pasti berproses dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan sampai tua renta. Semuanya berkesempatan dalam unjuk rasa untuk Indonesia, terutama para pemuda. Masa muda masa yang berapi-api, sebuah kutipan syair dari H. Rhoma Irama. Sebagaimana pernyataan bung Karno: “Berilah aku sepuluh pemuda niscaya akan ku guncangkan […]
Gus Dur dan Perjuangan Rakyat Tani

Oleh: Slamet Makhsun Gus Dur, tidak hanya dikenal sebagai ulama cum kyai yang notabenenya cucu dari Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari maupun putra dari KH Wahid Hasyim, melainkan sebagai sosok multidimensi yang perjuangannya lintas batas. Banyak kalangan yang menghormatinya sebagai tokoh pluralisme yang memperjuangkan sisi-sisi kemanusiaan. Hal itu lalu menyiratkan bahwa humanisme Gus Dur hanya […]
