Dari Cerita ke Layar:  Tantangan Etika dan Estetika dalam Alih Wahana Sastra

oleh Abdul Wachid B.S. Pendahuluan: Ketika Kata Menjelma Gambar Alih wahana dari teks sastra ke medium film bukanlah sekadar urusan teknis atau perpindahan bentuk. Ia merupakan praktik kebudayaan yang sarat makna, pilihan, dan kadangkala pengkhianatan terhadap sumber aslinya. Dalam dunia pendidikan, khususnya di ruang kelas bahasa, alih wahana menjadi jembatan antara literasi verbal dan literasi […]

Menulis dari Gambar: Mengembangkan Literasi Naratif dari Media Visual

oleh Abdul Wachid B.S. Pendahuluan: Imaji sebagai Titik Berangkat Dalam dunia pendidikan, penguatan literasi kerap diasosiasikan dengan kemampuan membaca dan menulis teks verbal. Namun, perkembangan dunia visual hari ini—dari lukisan hingga meme, dari foto jurnalistik hingga film pendek—telah membuka jalan baru dalam pedagogi literasi. Menulis dari gambar bukanlah sekadar kegiatan deskriptif, melainkan pintu masuk menuju […]

Kelas sebagai Ruang Produksi Budaya: Membangun Ekosistem Film dan Sastra di Sekolah

Oleh Abdul Wachid B.S. Di tengah pergeseran paradigma pendidikan abad ke-21, sekolah tidak lagi cukup dipahami sebagai ruang transfer pengetahuan belaka. Lebih dari itu, sekolah semestinya menjadi habitat kreatif—tempat tumbuhnya ide-ide, kritik, dan ekspresi budaya. Dalam konteks ini, kelas bukan hanya ruang belajar, melainkan arena produksi budaya. Pelajar bukan sekadar penerima informasi, melainkan aktor budaya […]

Sensor yang Edukatif, Apresiatif, dan Kontekstual

oleh Abdul Wachid B.S. Di tengah ledakan produksi film pendek, konten digital, dan pertumbuhan komunitas film pelajar, kita dihadapkan pada tantangan baru tentang bagaimana menyikapi ruang tayang publik secara sehat. Tidak cukup lagi memahami sensor sebagai alat represi; sudah waktunya sensor bertransformasi menjadi medium edukasi, apresiasi, dan kolaborasi kontekstual. Sensor bukan lagi semata perangkat pemotongan […]

Puisi yang Tak Akan Memperindah Kata-Kata

oleh Abdul Wachid B.S.   Jika ahli sastra Indonesia dari Jerman Berthold Damshauser mempertanyakan, puisi Indonesia kehilangan sajak? dan karenanya, puisi Indonesia miskin estetika sebagai sajak yang memperhitungkan irama bunyi di dalam berbahasa (Jurnal Sajak, No.2, Tahun 2011); jawabannya, boleh jadi iya, ataukah justru tidak.   Di Hall Universitas Ahmad Dahlan Jalan Pramuka Yogyakarta Rabu […]